CLOSE AD
MARKET DATA

Lantik 5 Pejabat Eselon I Kemenkeu, Suahasil Titip Pesan Khusus Ini

Dovana Hasiana,  CNBC Indonesia
23 October 2026 10:36
Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (23/10/2026). (CNBC Indonesia/Dovana Hosiana)
Foto: Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (23/10/2026). (CNBC Indonesia/Dovana Hosiana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik lima pejabat eselon I Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada hari ini, Jumat (23/10/2026). Dalam pelantikan tersebut, Suahasil menitipkan sejumlah pesan kepada pejabat yang baru dilantik, mulai dari penguatan organisasi hingga transformasi pengelolaan anggaran negara.

Pelantikan berlangsung pada pukul 10.00 WIB di Aula Djuanda, Gedung Djuanda, Kemenkeu. Perombakan jajaran pimpinan ini disebut menjadi bagian dari perjalanan Kemenkeu untuk terus beradaptasi dan memperkuat organisasi.

Suahasil mengatakan, momentum pelantikan juga berkaitan dengan estafet kepemimpinan dan keberlanjutan warisan kerja (legacy) yang telah dibangun di lingkungan Kemenkeu.

Ia mengingatkan para pejabat bahwa sumpah jabatan yang diucapkan bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen yang dipertanggungjawabkan kepada Tuhan serta menjadi landasan dalam menjalankan tugas.

"Pelantikan pagi ini bagian dari perjalanan Kemenkeu beradaptasi dan memperkuat organisasi. Ini juga momentum estafet kepemimpinan, legacy kita semua," ujar Suahasil dalam sambutannya.

Secara khusus, Suahasil memberikan arahan dan pesan kepada Astera Primanto Bhakti yang dilantik sebagai Sekretaris Jenderal Kemenkeu. Ia menilai Astera memiliki rekam jejak panjang di lingkungan Kemenkeu, mulai dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Badan Kebijakan Fiskal (BKF), hingga menduduki sejumlah posisi pimpinan lainnya.

Astera juga pernah menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Penerimaan Negara, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, serta Direktur Jenderal Perbendaharaan sebelum dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal Kemenkeu.

Menurut Suahasil, pengalaman tersebut menjadi modal bagi Astera untuk menjalankan peran yang lebih luas, bukan hanya menggerakkan satu unit eselon I, melainkan seluruh organisasi Kemenkeu.

Ia menekankan bahwa fungsi Sekretariat Jenderal harus dapat dirasakan oleh seluruh unit di Kemenkeu. Fungsi tersebut mencakup dukungan di bidang sumber daya manusia, anggaran, organisasi, hukum, komunikasi, hingga pengelolaan aset internal.

Suahasil juga meminta agar tata kelola dan budaya kerja yang baik terus diperkuat di lingkungan Kemenkeu.

"Pengalaman Pak Prima sebagai penggerak organisasi bukan saja organisasi unit eselon I, tetapi sebagai Sekjen penggerak organisasi keseluruhan Kemenkeu," kata Suahasil.

Sementara itu, kepada Tri Budhianto yang dilantik sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan, Suahasil meminta agar transformasi menuju modern treasury operation terus didorong.

Ia menilai pengalaman Tri di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, termasuk dalam menjalankan tugas di berbagai daerah di Indonesia, dapat menjadi bekal untuk memperkuat pengelolaan keuangan negara.

Namun, penguatan tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan anggaran. Dalam kesempatan ini, Bendahara Negara juga meminta agar peran Direktorat Jenderal Perbendaharaan juga diperkuat sejak tahap perencanaan dan penyusunan anggaran kementerian/lembaga.

Dengan demikian, proses penganggaran dan pelaksanaan anggaran diharapkan semakin terhubung, sehingga pengelolaan anggaran negara dapat berjalan lebih efektif.

"Pemahaman antara anggaran dan pelaksanaan harusnya menjadi lebih tersambung," ujar Suahasil.

Suahasil juga berpesan agar Dirjen Perbendaharaan dapat melakukan transformasi menuju era 'modern treasury operation'. Dia juga berharap penguatan di Ditjen Perbendaharaan tak hanya soal pelaksanaan anggaran tetapi lebih dalam hingga penyusunan anggaran penganggaran Kementerian dan Lembaga atau K/L.

Kepada Nufransa yang ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Menkeu berpesan agar mampu memperbaiki desain transfer dan cara kerja internal di Ditjen Perimbangan Keuangan menjadi desentralisasi fiskal yang efektif.

"Makin aktif bantu Pemda memegang prinsip kenali daerah," ucap Suahasil.

Kepada kedua staf ahli Menkeu, Neilmaldrin dan Hidayat, Suahasil meminta keduanya agar memberikan pandangan menyeluruh perspektif lintas unit dan rekomendasi strategis bagi dirinya sebagai Bendahara Negara.

"Staf Ahli bidang Pengawasan Pajak perkuat efektivitas. Kebijakan informasi dari berbagai unit Kemenkeu rekomendasi menyeluruh di bawah DJP. Serta mendorong pengawasan berbasis data, mengoptimalkan pemanfaatan Coretax integrasi unit meningkatkan kepatuhan," katanya.

Adapun lima pejabat eselon I yang dilantik Suahasil pada Jumat (23/10/2026) adalah:

  1. Astera Primanto Bhakti sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan.
  2. Tri Budhianto sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan.
  3. Nurfransa Wira Sakti sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
  4. Neilmaldrin Noor sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak.
  5. Hidayat Amir sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional.

Pelantikan ini menjadi bagian dari penataan jajaran pimpinan Kemenkeu untuk memperkuat organisasi dan mendorong pelaksanaan tugas kementerian di tengah kebutuhan pengelolaan fiskal yang semakin kompleks.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Suahasil Rombak Eselon 1 Kemenkeu, 5 Pejabat Dilantik


Most Popular
Features