CLOSE AD
MARKET DATA

Kacau! Warga RI Antre Panjang, Oknum Ini Malah Gasak 400.000 Liter BBM

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
23 October 2026 09:20
Antrean BBM mengular di beberapa titik SPBU sepanjang Buol, Sulawesi Tengah, hingga Gorontalo, Rabu (21/10/2026). (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)
Foto: (CNBC Indonesia/Kartini Bohang)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menindak tegas aksi penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi khususnya jenis solar solar subsidi. Aksi culas itu dinilai sudah mengganggu rantai distribusi bagi masyarakat.

Mengingat, masyarakat di beberapa wilayah Indonesia juga tengah ditempa dengan kondisi kelangkaan BBM yang mengakibatkan antrean panjang di beberapa SPBU di wilayah Indonesia.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengumumkan bahwa Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) membongkar salah satu kasus penimbunan BBM solar bersubsidi sebanyak 400.000 liter di Semarang, Jawa Tengah. Ia menegaskan pemerintah bergerak menertibkan seluruh bentuk penyelewengan BBM agar pasokan untuk masyarakat tidak terganggu.

"Yang ini sore hari ini untuk penegakan hukum, Dirjen Gakkum itu juga ini mengumumkan itu ada penangkapan di Semarang, itu kapasitas yang ditimbun 400.000 liter. Ya, jadi kita juga akan menertibkan seluruh penyelewengan-penyelewengan," ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Jumat (23/10/2026).

Yuliot memaparkan bahwa BBM jenis solar subsidi tersebut disalahgunakan oleh oknum untuk kebutuhan sektor usaha komersial. Praktik penyelewengan solar tersebut dimanfaatkan untuk menopang kegiatan industri, perkebunan, hingga pertambangan.

"Ini kan untuk penyelewengan ini kan dimanfaatkan itu ada untuk kegiatan... ada untuk industri, ya kemudian itu ada untuk perkebunan, ada untuk pertambangan," paparnya.

Penertiban tersebut dilakukan oleh tim Ditjen Gakkum Kementerian ESDM usai ditemukannya indikasi pelanggaran hukum terkait penimbunan 400.000 liter solar tersebut. Tindakan penyelewengan ini dinilai berdampak langsung terhadap tersendatnya distribusi BBM subsidi untuk kebutuhan masyarakat umum.

"Jadi dari indikasi penegakan hukum yang dilakukan oleh Dirjen Gakkum, ini sudah dilakukan penertiban tadi, ya kita juga ini ada 400.000 liter. Jadi kan juga berpengaruh terhadap distribusi bagi masyarakat," tutur Yuliot.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Warga Antre BBM, Oknum Malah Selewengkan Solar Sampai 400.000 Liter


Most Popular
Features