Ini Senjata Pramono agar Angka Pengangguran Jakarta Turun Jadi 3,5%

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Kamis, 22/10/2026 15:20 WIB
Foto: Antrean panjang pencari kerja tampak mengular di area Convention Hall SMESCO, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/10/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan tingkat pengangguran di Jakarta per Mei 2026 terus membaik, di mana angkanya kembali mengalami penurunan.

Pramono mengatakan angka pengangguran di Jakarta pada Mei 2026 turun menjadi 5,79%, dari sebelumnya secara rata-rata mencapai 6%. Bahkan, pihaknya menargetkan angka pengangguran bisa lebih turun menjadi 3,5%, meski dirinya tidak menyebut tahun berapa target tersebut harus dicapai.

"Sekarang tingkat pengangguran terbuka di Jakarta sudah turun di angka 5,79%, saya berharap segera bisa turun di angka 3,5%, karena bagaimanapun Jakarta bisa menjadi role model bagi daerah-daerah lain," kata Pramono di bursa lowongan kerja (job fair) Karir Jakarta & Tenaga Kerja Mandiri Expo Smesco Jakarta, Kamis (22/10/2026).


Pramono berharap Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans) Jakarta dapat melakukan sosialisasi pelatihan bahasa bagi para pencari kerja karena Jakarta kini telah bekerja sama dengan beberapa negara dan kota-kota dunia untuk menyalurkan tenaga kerja, di antaranya Singapura, Jepang, negara kawasan Timur Tengah, Taiwan, Hong Kong.

Hal ini menjadi penting karena dengan adanya pelatihan bahasa asing, para pencari kerja yang ingin bekerja di luar negeri dapat menguasai bahasa asing sebelum dikirim bekerja di luar negeri.

"Problem utamanya adalah bahasa. Maka untuk itu saya sudah minta kepada Kepala Dinas Tenaga Kerjaan Jakarta. Pemerintahan Jakarta akan memberikan pelatihan bahasa kepada saudara-saudara yang berkeinginan untuk bekerja di luar negeri yang bahasanya belum bagus," terang Pramono.

Antrean panjang pencari kerja tampak mengular di area Convention Hall SMESCO, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/10/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Antrean panjang pencari kerja tampak mengular di area Convention Hall SMESCO, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/10/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Para pencari kerja yang ingin bekerja di luar negeri, tetapi masih memiliki keterbatasan bahasa asing dapat memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh pemerintah DKI Jakarta, seperti contohnya Mobile Training Center untuk pelatihan bahasa.

"Calon pekerja yang ingin bekerja di luar negeri, bisa memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh pemerintah DKI Jakarta. Ada yang namanya Mobile Training Center untuk pelatihan bahasa. Untuk itu, mohon diumumkan Pak Kepala Dinas agar masyarakat tahu tentang ini," ujar Pramono.

Berdasarkan data dari Disnakertransgi DKI Jakarta, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jakarta pada Mei 2026 tercatat sebesar 5,79% atau sekitar 323.000 orang. Angka itu turun dibandingkan akhir 2024 yang mencapai 6,21% atau sekitar 337.000 orang.

Dengan demikian, terjadi penurunan sebesar 0,42 poin persentase dalam periode tersebut. Pramono mengakui angka pengangguran di Jakarta masih perlu ditekan. Dia berharap berbagai program penyediaan lapangan kerja dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan.

"Lapangan pekerjaan di Jakarta walaupun sudah mengalami penurunan, dari dulu selalu rata-ratanya 6%, sekarang 5,79%, ada penurunan yang sangat signifikan, tetapi belum memenuhi kebutuhan, keinginan publik," imbuhnya.


(chd/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: DKI Terima Hibah Tanah dan Bangunan Dari KPK