Pupuk Kaltim Olah Limbah Batu Bara Jadi Nilai Tambah
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) berhasil memanfaatkan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari operasional boiler batu bara sebagai alternatif bahan baku yang lebih efisien sekaligus memberikan nilai tambah dalam proses produksi. Inovasi ini memiliki dua manfaat sekaligus yakni mengurangi timbulan FABA dan menghemat penggunaan clay sebagai bahan filler/binder dalam produksi NPK Fusion.
Selain berfungsi sebagai filler, FABA juga berperan sebagai anti-caking agent yang membantu menjaga kualitas produk agar tetap optimal serta mendukung pengikatan unsur hara pada setiap butir pupuk.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra, mengatakan pemanfaatan FABA berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi penggunaan bahan baku sekaligus memberikan manfaat dalam pengelolaan limbah melalui optimalisasi material yang belum termanfaatkan secara maksimal. Inisiatif ini menjadi salah satu langkah Pupuk Kaltim dalam mengurangi biaya pengelolaan limbah, meningkatkan efisiensi proses produksi. Pemanfaatan FABA juga dapat menciptakan nilai tambah dengan memanfaatkan kembali material sisa atau limbah berbahaya dari hasil pembakaran.
"Melalui inovasi tersebut, Pupuk Kaltim terus memperkuat komitmennya terhadap penerapan praktik industri yang berkelanjutan. Pemanfaatan FABA menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengoptimalkan sumber daya, mendukung efisiensi produksi, serta menjaga keberlanjutan pasokan pupuk guna memperkuat ketahanan pangan nasional," ungkap Rafli dikutip Senin (14/9/2026).
Dalam inovasi ini, FABA terutama fly ash dipindahkan dari Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) menuju fasilitas produksi NPK Fusion Pabrik 7. Fly ash kemudian dicampur dengan clay menggunakan wheel loader. Campuran tersebut masuk ke hopper dan diproses bersama bahan baku NPK seperti urea, rock phosphate, DAP, KCl, dan brucite.
Campuran kemudian masuk ke rotary drum granulator, dengan bantuan steam dan air untuk membentuk granul pupuk. Setelah granulasi, produk dikeringkan pada temperatur sekitar 55-65°C, kemudian melalui proses pendinginan, penyaringan, recycle material undersize/oversize, coating, penimbangan, dan pengantongan.
Tercatat, total FABA yang berhasil dimanfaatkan mencapai 66.180 ton. Program ini kemudian ditargetkan untuk mencapai kapasitas pemanfaatan 15.000 ton/tahun atau 75.000 ton selama lima tahun.
Sebelumnya, Pupuk Kaltim mengolah FABA menjadi batako, paving block, serta material stabilisasi tanah. Pada 2021, Pupuk Kaltim memperoleh izin pemanfaatan FABA sebagai material substitusi bahan bangunan dan stabilisasi tanah.
Untuk stabilisasi tanah, campuran FABA dan semen digunakan meningkatkan daya dukung tanah, terutama pada tanah lunak. Dari inovasi itu, didapati peningkatan daya dukung secara signifikan karena reaksi sementasi menghasilkan butiran yang lebih keras dan mampu menahan beban lebih baik.
Sementara pada 2022, unit boiler batu bara berkapasitas 2 x 220 metrik ton/jam, dengan daya listrik 96,6 MW, menghasilkan FABA sekitar 35.000 ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 34.000 ton FABA berhasil diolah menjadi material alternatif bahan bangunan dan stabilisasi tanah.
Pemanfaatan FABA khususnya bottom ash (abu dasar) juga dapat mendukung pemulihan keanekaragaman hayati, seperti menjadi material buatan untuk terumbu karang. Material buatan ini biasanya bermanfaat dalam proses rehabilitasi terumbu karang.
Pemanfaatan FABA oleh Pupuk Kaltim terangkum dalam program Reusing Our Ash to Improve the Sea Ecosystem (RAISE). Sebelum inovasi RAISE, proses seleksi dan pertumbuhan bibit terumbu karang yang menempel pada media buatan membutuhkan sekitar enam bulan.
Setelah penerapan RAISE, hasil pengamatan menunjukkan proses penempelan dan pertumbuhan bibit dapat berlangsung sekitar empat bulan. Pengamatan tersebut kemudian diperkuat melalui pemantauan pihak ketiga, Reef Check Indonesia.
"Inovasi pengolahan limbah FABA menjadi pelopor dalam pengolahan limbah batu bara sebagai komoditas yang memiliki daya guna tambahan dalam prinsip ekonomi sirkular, yang diharapkan nantinya akan mampu menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik bagi perusahaan dan masyarakat secara luas," ungkap Rafli.
Berkat inovasi tersebut, Pupuk Kaltim masuk nominasi ASEAN GRC Award pada ajang ASEAN Risk Awards 2025. Capaian ini menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap Governance, Risk and Compliance (GRC), serta tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berkelanjutan sebagai bagian integral dari identitas serta budaya korporasi.
(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]