MARKET DATA

Airlangga Bongkar Luas KEK RI, Jauh Tertinggal dari Vietnam-Malaysia

Dovana Hasiana,  CNBC Indonesia
21 October 2026 11:25
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli dan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat dalam Rapat Koordinasi Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan KEK Triwulan III Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026). (CNBC Indonesia/Dovana Hosiana)
Foto: Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli dan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat dalam Rapat Koordinasi Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan KEK Triwulan III Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026). (CNBC Indonesia/Dovana Hosiana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan saat ini luas kawasan ekonomi khusus di Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan Vietnam dan Malaysia.

Sebagai gambaran, luas kawasan ekonomi khusus di Indonesia masih 24.000 hektare. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan Vietnam dan Malaysia dengan luas kawasan ekonomi khusus sebesar 1,8-2 juta hektare.

"Sedangkan kita masih 24.000 (hektare). Kalau kita lihat ukuran dari negara kita jauh lebih besar, dan tentunya ini yang menjadi kita untuk mendorong kawasan ekonomi khusus," ujar Airlangga dalam rapat koordinasi di kantornya, Rabu (21/10/2026).

Saat ini, Indonesia baru memiliki 25 kawasan ekonomi khusus yang tersebar di seluruh wilayah. Dari segi wilayah, mayoritas kawasan ekonomi khusus berada di luar Jawa yakni sebanyak 18. Sementara, tujuh sisanya di Jawa.

Kawasan ekonomi khusus yang tersebar di Indonesia terdiri dari berbagai sektor. Perinciannya, 13 kawasan ekonomi khusus industri; 6 kawasan ekonomi khusus pariwisata; 2 kawasan ekonomi khusus kesehatan; 1 kawasan ekonomi khusus digital; 2 kawasan ekonomi khusus teknologi dan edukasi; serta 1 kawasan ekonomi khusus jasa lainnya.

Secara kumulatif sejak dibentuk kawasan ekonomi khusus, realisasi investasinya adalah senilai Rp382,1 triliun. Ini terdiri dari Rp342,4 triliun realisasi investasi dan Rp39,7 triliun badan usaha tanpa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selanjutnya, serapan tenaga kerjanya sebesar 302.262 orang; dan memiliki 509 badan usaha.

"Nah, secara kumulatif sejak dibentuk KEK, realisasi investasi senilai Rp 382,1 triliun dan serapan tenaga kerja sebesar 302.000, dan jumlah badan usahanya 509 badan usaha. Per Januari hingga September telah berhasil direalisasikan investasi sebesar 46 triliun, dan penambahan 53.000 tenaga kerja," paparnya.

Khusus KEK sektor kesehatan, salah satunya di Bali, Airlangga mengatakan potensi devisanya cukup besar karena selama ini banyak warga RI yang berobat di Singapura dan Penang.

"Jumlah warga yang berobat ke luar negeri, termasuk Singapura, Penang, dan yang lain itu sekitar 2 juta orang, dan biaya yang dibayarkan sekitar Rp 200 triliun," kata Airlangga.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Wamenko Dradjad Blak-blakan Dapat 8 Tugas Penting dari Airlangga


Most Popular
Features