Dukung NZE 2060, Pupuk Kaltim Gencarkan Program Dekarbonisasi
Jakarta, CNBC Indonesia -Â PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim terus berupaya menjalankan berbagai program dekarbonisasi sebagai langkah nyata menangani dampak perubahan iklim. Upaya tersebut ditempuh dengan cara meningkatkan efisiensi energi, memanfaatkan energi terbarukan, dan mengembangkan teknologi rendah karbon untuk meningkatkan daya saing perusahaan.
Langkah tersebut juga sejalan dengan target pemerintah mencapai Nationally Determined Contribution (NDC) dan Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060 serta menjawab kebutuhan terkait meningkatnya permintaan pasar terhadap produk hijau (green products). Sekadar Informasi, Pupuk Kaltim telah menjalankan sejumlah program dekarbonisasi dalam beberapa waktu terakhir.
Sebagai contoh, Pupuk Kaltim melakukan revamping Ammonia Pabrik-2 untuk mendukung operational excellence melalui efisiensi konsumsi energi. Program ini berpotensi menurunkan emisi karbon sekitar 110.000 ton CO2 eq per tahun.
Berdasarkan data performance test, revamping Ammonia Pabrik-2 yang dilakukan Pupuk Kaltim berdampak pada penurunan konsumsi energi secara signifikan dari 39,28 menjadi 35,25 Million British Thermal Unit (MMBTU) per ton ammonia. Berkat penghematan energi sebanyak 4,03 MMBTU tersebut, Pupuk Kaltim diproyeksikan akan mendapat penghematan biaya produksi sekitar US$ 14,3 juta per tahun atau setara dengan Rp 228 miliar per tahun.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra menegaskan bahwa penyelesaian tahap pengujian kinerja ini menandai kesiapan fasilitas milik Pupuk Kaltim, untuk melangkah ke fase operasional penuh. Langkah ini merupakan wujud nyata peningkatan keunggulan operasional (operational excellence) yang berfokus pada efisiensi dan keberlanjutan.
"Kami tidak hanya memastikan Ammonia Pabrik-2 kembali beroperasi, tetapi juga menghadirkan kinerja fasilitas produksi yang lebih efisien dan andal. Hasil pengujian kinerja selama 168 jam menunjukkan bahwa seluruh parameter operasional berhasil dipenuhi secara optimal," ujar Rafli dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Dia juga menyebut, keberhasilan Revamping Pabrik-2 bakal memperkuat daya saing Pupuk Kaltim sekaligus menegaskan komitmen Perseroan dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional.
Tak ketinggalan, Pupuk Kaltim juga membangun pabrik Soda Ash pertama di Indonesia untuk mendukung dekarbonisasi, mengembangkan ekonomi sirkular (circular economy), serta mendorong substitusi impor. Fasilitas ini nantinya bakal menyerap CO2 dari fasilitas eksisting hingga sekitar 174.000 ton CO2 ekuivalen per tahun. Keberadaan pabrik ini bukan hanya memperkuat industri nasional, tetapi juga diproyeksikan mampu mengurangi jejak karbon dalam rantai pasok.
Beralih ke sektor energi terbarukan (EBT), Pupuk Kaltim sudah memanfaatkan PLTS Atap berkapasitas 3,8 megawatt (MW) guna untuk meningkatkan bauran energi terbarukan berupa listrik bersih dalam konsumsi listrik perusahaan. Melalui pemanfaatan PLTS Atap, Pupuk Kaltim dapat menurunkan emisi sebesar 4.017 ton CO2 eq. Hal ini menunjukkan bahwa energi terbarukan bisa diterapkan pada industri dengan kebutuhan energi yang tinggi.
Selain pemanfaatan PLTS, dalam inisiatif jangka pendek Pupuk Kaltim juga menjalankan Co Firing Boiler batu bara dengan biomassa. Co-firing sendiri merupakan proses substitusi bahan bakar menggunakan biomassa secara parsial.
Proyek tersebut dijalankan di boiler batubara Pupuk Kaltim, yang memiliki kapasitas 220 x 2 ton per jam. Lewat proyek ini, Pupuk Kaltim memperkirakan dapat mengurangi emisi karbon sebesar 59.000 ton karbon dioksida (CO2) per tahun pada 2030.
Pupuk Kaltim memandang dekarbonisasi sebagai bagian agenda menjaga keberlanjutan lingkungan, sekaligus memperkuat kinerja bisnis. Setiap program yang dijalankan Perseroan pada dasarnya dirancang untuk menghasilkan dampak berupa penghematan energi, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing produk di tengah tuntutan regulasi dan pasar global yang semakin mengutamakan prinsip keberlanjutan.
Melalui kombinasi antara efisiensi energi, pengembangan energi terbarukan, ekonomi sirkular, co-firing biomassa, serta rencana pengembangan clean ammonia, Pupuk Kaltim terus memperkuat peta jalan dekarbonisasi yang lebih terstruktur. Sederet upaya tersebut diharapkan mampu menekan emisi secara signifikan sekaligus memperkuat posisi Perseroan sebagai pemain strategis dalam transformasi industri pupuk menuju masa depan yang lebih rendah karbon.
Â