9 Update Perang Timur Tengah: Perbatasan hingga Hormuz Ditutup
Daftar Isi
- 1. Irak Tutup Perbatasan dengan Iran
- 2. Iran Tawarkan Mediasi, Arab Saudi & Houthi Belum Merespons
- 3. AS Siap Lanjutkan Serangan Militer ke Iran
- 4. JD Vance Tak Mau Dukung Netanyahu
- 5. Houthi Laporkan Tiga Serangan Udara di Yaman
- 6. Militer Iran Ancam Balasan Lebih Keras
- 7. Harga Minyak Dunia Bergejolak
- 8. IRGC Klaim Selat Hormuz Ditutup
- 9. Koalisi Saudi Hancurkan Peluncur Rudal Houthi
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan perang di Timur Tengah meluas, mulai dari penutupan perbatasan Irak dengan Iran hingga ancaman serangan militer baru Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran. Di sisi lain, serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi dan penutupan Selat Hormuz menambah kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan serta pasokan energi dunia.
Berikut sembilan perkembangan terbaru konflik Timur Tengah yang mencakup pergerakan militer, ancaman balasan, hingga gejolak pasar minyak, seperti dihimpun oleh CNBC Indonesia, Rabu (21/10/2026).
1. Irak Tutup Perbatasan dengan Iran
Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi memerintahkan penutupan perbatasan Sheeb dengan Iran untuk waktu yang belum ditentukan. Seorang pejabat pemerintah Irak mengatakan kepada Al Jazeera bahwa penutupan berlaku untuk perlintasan orang maupun barang sejak Rabu hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Pejabat tersebut juga menyebut sejumlah titik perbatasan lain akan ditutup secara bertahap dalam beberapa hari ke depan. Namun, pemerintah Irak belum menjelaskan alasan di balik kebijakan tersebut.
2. Iran Tawarkan Mediasi, Arab Saudi & Houthi Belum Merespons
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran belum menerima tanggapan dari Arab Saudi maupun kelompok Houthi di Yaman terkait tawaran mediasi untuk mengakhiri pertempuran antara kedua pihak.
Dalam wawancara dengan saluran televisi Irak, Al-Ekhbariya, Araghchi juga memperingatkan bahwa keterlibatan Mesir dalam perang melawan Houthi justru akan "semakin memperumit situasi". Menurutnya, Kairo sebelumnya telah menyampaikan kepada Teheran bahwa Mesir tidak akan "terlibat langsung" dalam pertempuran di Yaman.
Mesir sebelumnya menyatakan siap memberikan "segala dukungan yang diperlukan dan dimungkinkan" kepada Arab Saudi menyusul meningkatnya serangan Houthi. Pemungutan suara parlemen Mesir terkait pemberian wewenang kepada angkatan bersenjata untuk mendukung Saudi ditunda hingga 26 Oktober.
3. AS Siap Lanjutkan Serangan Militer ke Iran
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan Washington siap mengambil tindakan militer tambahan terhadap Iran jika diperintahkan Presiden Donald Trump. Ia menegaskan tujuan AS adalah mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
"Kami ingin memastikan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Kami siap untuk berkontribusi dengan cara apa pun yang diperlukan," kata Hegseth kepada wartawan.
Ia mengklaim serangan sebelumnya telah menimbulkan kerusakan besar terhadap kemampuan militer Iran. Namun, menurutnya, AS siap meningkatkan operasi apabila Trump memutuskan untuk melangkah lebih jauh.
Hegseth sebelumnya mengonfirmasi telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat melakukan kunjungan mendadak ke Israel. Ia tidak mengungkapkan rincian pembicaraan tersebut.
4. JD Vance Tak Mau Dukung Netanyahu
Wakil Presiden AS JD Vance menolak menyatakan dukungan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjelang pemilihan umum Israel bulan ini. Sikap tersebut berbeda dengan dukungan terbuka yang ditunjukkan Trump kepada sejumlah mitra politiknya di luar negeri.
"Saya tidak menentang untuk mendukungnya, dan saya juga tidak mendukungnya. Saya tidak akan terlibat dalam pemilihan umum Israel," ujar Vance.
Ia menambahkan bahwa fokusnya saat ini adalah pemilihan paruh waktu di AS. Sementara itu, pemerintahan Trump terus memasok senjata kepada Israel di tengah perang di Gaza dan konflik dengan Iran.
5. Houthi Laporkan Tiga Serangan Udara di Yaman
Media yang berafiliasi dengan kelompok Houthi melaporkan tiga serangan udara tambahan menyasar wilayah al-Nashma di distrik al-Ma'afer, Taiz, Yaman. Laporan tersebut disampaikan Al Jazeera Arabic.
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai pihak yang melancarkan serangan, sasaran spesifik, maupun jumlah korban akibat serangan tersebut.
6. Militer Iran Ancam Balasan Lebih Keras
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Ali Abdollahi memperingatkan bahwa setiap serangan baru terhadap negaranya akan dibalas dengan kekuatan yang lebih besar. Pernyataan itu disampaikan saat ia mengunjungi fasilitas militer pada Selasa.
Dalam laporan Press TV, Abdollahi memuji perkembangan fasilitas produksi pesawat nirawak atau drone Iran. Ia menyebut kemampuan yang dikembangkan militer menunjukkan kesiapan dan kapasitas inovasi pasukan Iran.
Menurut Abdollahi, pengalaman dalam konflik terbaru melawan AS dan Israel membuat Teheran lebih siap menghadapi serangan berikutnya. Ia juga menegaskan bahwa "tekad Teheran untuk melawan tidaklah melemah".
7. Harga Minyak Dunia Bergejolak
Harga minyak dunia bergerak fluktuatif karena pasar memperhitungkan risiko serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi dan meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Minyak mentah Brent turun 67 sen atau 0,61% menjadi US$108,88 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November naik 88 sen atau 0,85% menjadi US$104,54 per barel. Sebelumnya, Brent sempat menyentuh US$111,99 dan WTI mencapai US$110,48 per barel.
Analis ING menyatakan harga minyak masih mendapat dukungan kuat karena pasar memperhitungkan premi risiko yang signifikan di tengah situasi yang tidak menentu. Perusahaan pelacak kapal Kpler juga mencatat sedikitnya 18 kapal diserang dalam kurun waktu dua minggu, sehingga kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi tetap tinggi.
8. IRGC Klaim Selat Hormuz Ditutup
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan Selat Hormuz tertutup bagi lalu lintas pelayaran. Mereka juga membantah klaim AS mengenai adanya pengiriman minyak melalui jalur strategis tersebut.
Menurut IRGC, keberadaan kapal-kapal kecil yang disebut menyelundupkan minyak tidak dapat dijadikan bukti bahwa Selat Hormuz telah dibuka untuk pelayaran umum. Pernyataan ini menambah ketidakpastian terhadap jalur perairan yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.
9. Koalisi Saudi Hancurkan Peluncur Rudal Houthi
Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah menghancurkan peluncur rudal milik kelompok Houthi yang digunakan untuk menembakkan rudal balistik ke Riyadh. Serangan tersebut menambah ketegangan antara kerajaan itu dan kelompok yang didukung Iran di Yaman.
Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan, "Kami telah menghancurkan platform yang meluncurkan rudal balistik yang ditembakkan ke Riyadh hari ini." Belum ada informasi lebih lanjut mengenai dampak serangan terhadap fasilitas peluncur tersebut maupun kemungkinan korban.
(tfa/tfa)