Prabowo Akan Luncurkan Portal Digitalisasi Perlinsos 10 November 2026

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Selasa, 20/10/2026 20:35 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto melantik dan mengambil sumpah Pejabat Negara/Pemerintah, Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan program sistem portal terpadu digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk mengelola bantuan sosial, akan diluncurkan pada 10 November 2026 mendatang. Saat ini program ini sudah diuji cobakan di seluruh daerah.

Hal ini diungkapkan Luhut, usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Selasa (20/10/2026). Dalam kesempatan itu juga dihadiri Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu, dan para Anggota DEN Arief Anshory, Haryanto Adikoesoemo, Heriyanto Irawan, Mochamad Firman Hidayat, dan Septian Hario Seto.

"Tadi ada kita laporkan melalui Perlinsos yang akan di roll out atau di-launching oleh Presiden pada tanggal 10 November. Karena perlinsos ini memberikan keadilan kepada rakyat," katanya.


Luhut menjelaskan bahwa dengan digitalisasi Perlinsos ini akan membuat proses pengambilan keputusan pemberian bantuan berdasarkan data dan studi. Supaya bisa memberikan keadilan pada rakyat yang lebih berhak.

"Karena perlinsos ini akan memberikan keadilan kepada rakyat Indonesia yang berhak atau yang berhak untuk mendapat bantuan sosial dari pemerintah yang nanti akan diberikan dalam bentuk cash transfer. Jadi pemerintah pada ujungnya tidak memberikan subsidi kepada produk lagi," kata Luhut.

Dalam kesempatan itu Firman Hidayat mengatakan, program digitalisasi Perlinsos sudah dilakukan uji coba di seluruh 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Saat ini sudah ada 11,5 juta KK yang terdaftar di digitalisasi perlinsos. Selain itu ada 775.000 agen perlinsos yang membantu pendaftaran warga agar masuk dalam data base perlinsos digital.

"Dan kalau kita lihat data hariannya, sudah lebih dari 600.000 pendaftar yang mendaftar di portal perlinsos per hari," katanya.

Firman juga mengatakan bahwa program piloting yang dilakukan di Bali, menunjukan tingkat kesalahan data yang menurun, sehingga pemberian bansos lebih tepat sasaran.

"exclusion error bisa turun mencapai 24,1% dan inlcusion eror juga bisa turun dari 4,1%. Artinya digitalisasi perlinsos ini mampu membuat proses bansos lebih transparan juga lebih tepat sasaran," kata Firman.


(emy/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Genjot Cuan BUMN Konstruksi, Adhi Karya Perkuat Efisiensi - ESG