Dunia Tertarik Biayai Proyek Sampah Jadi Listrik RI, Ini Alasannya
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) mengungkapkan tiga faktor utama yang memicu tingginya minat lembaga keuangan dunia dan nasional dalam membiayai proyek Pengolahan Sampah berbasis Energi Listrik (PSEL) di Indonesia.
Tiga pendorong utama tersebut meliputi kapasitas usaha yang lebih kuat, dukungan langsung pemerintah pusat serta daerah, hingga penerapan reformasi institusi melalui skema one stop service.
CEO Denera Fadli Rahman menjelaskan bahwa ketiga faktor dalam regulasi baru tersebut berhasil mengubah ekosistem pembiayaan proyek waste-to-energy nasional.
"Ada tiga faktor utama. Di regulasi kali ini ada kapasitas usaha yang lebih kuat di mana skalanya tinggi, jangka panjang, ada dukungan finansial atau fiskal dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah," ujar Fadli dalam acara Media Briefing Denera, di Jakarta, Senin (19/10/2026).
"Yang kedua, dukungan pemerintah di mana pemerintah pusat itu mendukung langsung dengan pengadaan lahan, pembangunan transmisi, dan lain sebagainya, termasuk perizinan. Jadi di kali ini itu ada yang ketiga, restrukturisasi institusi yang bisa mendorong perizinan tadi," lanjutnya.
Fadli merinci bahwa faktor ketiga mengenai reformasi institusi (institutional reform) menjadi terobosan utama dalam menyederhanakan iklim investasi.
Adapun, melalui skema one stop service, investor maupun pemilik teknologi cukup berhadapan dengan satu pintu melalui Danantara dan Denera.
"Ini pertama kalinya kita bisa melihat penerapan dari one stop service atau one door policy itu akhirnya berjalan. Investor atau mitra kita yang terpilih, kita gandeng dan kita yang menyelesaikan masalah perizinan," kata Fadli.
Dia menyebutkan, pihaknya bersama dengan pemerintah mengambil alih penanganan risiko investasi, mulai dari penyediaan lahan, izin Amdal, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga Perjanjian Jual Beli Listrik (PPA) dengan PT PLN (Persero).
Langkah tersebut membuat proses pengerjaan proyek melaju cepat. Tiga lokasi PSEL Tahap 1 di Denpasar, Bekasi, dan Bogor Raya bahkan sudah memasuki tahap konstruksi tiang pancang (piling) tepat satu tahun setelah Perpres diterbitkan.
"Jadi pertama kalinya, investor itu hanya duduk, desain, berinvestasi, tiba-tiba PSN-nya sudah keluar, tiba-tiba Amdal-nya sudah keluar, tiba-tiba PPA-nya sudah ditandatangani, tiba-tiba PBG-nya sudah keluar, ya sudah dia bangun saja sekarang," tambahnya.
Sistem tersebut dinilai berhasil menarik 34 lembaga keuangan dunia ke dalam lenders panel, dengan komitmen pembiayaan menembus lebih dari US$ 4 miliar atau oversubscribed 3,6 kali lipat dari kebutuhan US$ 1 miliar.
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]