RI Resmi Memulai Proyek Sampah Jadi Listrik, Ini Fakta & Datanya
Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia resmi memulai pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar Raya, Bali, yang ditandai dengan penandatanganan  (PPA) sekaligus peresmian proyek pada Rabu (8/7/2026).
Pembangunan PSEL ini merupakan tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
Kelak, proyek PSEL di Bali ini ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, atau lebih dari 40% timbulan sampah di Bali. Proyek ini juga diproyeksikan mampu mengurangi emisi dari tempat pemrosesan akhir (TPA) hingga 80% serta menekan emisi karbon sekitar 640 ribu ton C02 per tahun.
"Dari sisi energi inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan sekitar 100 ribu rumah masyarakat Bali. Dan inisiatif ini bernilai 3 triliun, diperkirakan menciptakan 1.200 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80%," terang Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir, Rabu (8/7/2026).
Ini Fakta dan Data proyek PSEL RI
Status: Proyek Strategis Nasional (PSN)
Lokasi: Bali, Bekasi & Bogor
Kapasitas: 1.500 ton sampah setiap hari
Target operasi: Semester I-2028
Manfaat 1 Fasilitas PSEL:
Ekonomi:
-
Rp 8,5 triliun - Rp 14,2 triliun (Nilai ekonomi indikatif per lokasi selama 30 tahun)
- 3.500 - 4.500 pekerjaan konstruksi
- 270-330 pekerjaan operasi tetap
- Kontribusi PDB Rp1,3-1,6 triliun (pada saat konstruksi) + Rp180-220 miliar per tahun (pada saat operasi)
Sosial:
- 500.000 rumah tangga terlayani
- 10-15 sektor industri pendukung terdorong
- Transfer teknologi, memberikan nilai tambah dalam bentuk riset, pendidikan dan teknologi hijau
- Kesehatan masyarakat, mengurangi risiko kesehatan dan insiden penumpukan sampah berlebihan
Lingkungan:
- Menekan emisi hingga 80% (dibandingkan TPA konvensional)
- Skala nasional: 13,2 juta ton sampah diolah & tertangani
- 1,5 juta rumah tangga teraliri listrik
- 3,96 twh total produksi listrik/tahun
- 0% aliran lindi ke lingkungan
- >19 juta tCOze dikurangi setiap tahun dari penghindaran TPA
- 2 juta M3 potensi material campuran konstruksi untuk dimanfaatkan
Negara yang sudah mengadopsi PSEL
Jepang: Dengan 1.100+ fasilitas yang dimiliki, Jepang menjadi negara dengan jumlah fasilitas terpadat di Dunia
China: China mengalami pertumbuhan tercepat untuk fasilitas waste to energy, dari ratusan hingga lebih dari seribu fasilitas dalam dua dekade terakhir
Swedia: Menjadi negara pengadopsi fasilitas waste to energy pertama di dunia. Kini total 54% sampah rumah tangga di negara ini diolah menjadi energi
Denmark: Fasilitas waste to energy menjadi fasilitas rekreasi warga kota
Singapura: Keterbatasan lahan membuat Singapura menjadikan PSEL sebagai solusi utama
(pgr/pgr) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]