MARKET DATA

Proyek Sampah Jadi Listrik Resmi Dibangun di Bali Punya Standar Eropa

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
08 July 2026 12:55
Peresmian Pembangunan PSEL Bali Menuju Indonesia Bersih dan ASRI. (Tangkapan Layar Youtube)
Foto: Peresmian Pembangunan PSEL Bali Menuju Indonesia Bersih dan ASRI. (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia resmi memulai pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya, Bali yang dirancang menggunakan standar lingkungan Eropa.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan peresmian pembangunan PSEL Denpasar Raya dilakukan pada hari ini bersamaan dengan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA).

"Pada hari ini Rabu 8 Juli 2026, PSEL Denpasar Raya telah memasuki fase penting melalui agenda penandatanganan Power Purchase Agreement dan peresmian pembangunan PSEL. Hal ini menandai kesiapan untuk mendorong realisasi solusi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia yang dimulai di Denpasar Raya," kata Pandu dalam acara Peresmian Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, fasilitas PSEL Bali dirancang mengacu pada European Industrial Emissions Directive (EU IED). Penerapan standar tersebut diharapkan mampu memastikan proses pengolahan sampah berlangsung secara ramah lingkungan.

"PSEL Bali ini dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, energi hijau, dan ekonomi lokal dengan maju pada standar lingkungan Europe Industrial Emission Directive atau EUIED," katanya.

Pandu menyebut fasilitas ini nantinya ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, atau lebih dari 40 persen timbulan sampah di Bali. Proyek ini juga diproyeksikan mampu mengurangi emisi dari tempat pemrosesan akhir (TPA) hingga 80 persen serta menekan emisi karbon sekitar 640 ribu ton CO2 per tahun.

"Dari sisi energi inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan sekitar 100 ribu rumah masyarakat Bali. Dan inisiatif ini bernilai 3 triliun, diperkirakan menciptakan 1200 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80%," tutupnya.

Chief Executive Officer BPI Danatara Rosan Roeslani mengatakan persoalan sampah menjadi masalah semua masyarakat yang harus diselesaikan secepatnya karena akan menjadikan beban di masa depan.

Menurutnya, proyek ini bukan semata-mata menghasilkan tenaga listrik, melainkan berdampak positif pada aspek lingkungan hidup, kesehatan, keselamatan, dan juga tata kelola yang baik dan benar.

"Karena tanpa kolaborasi, tanpa sinergi dari kita semua, pemerintah pusat, pemerintah daerah, kemudian juga dari Danantara, dan yang lain-lainnya, hal yang sangat positif ini tidak akan bisa berjalan atau terlaksana dengan baik dan cepat," ujarnya mengutip Youtube Danantara, Rabu (8/7/2026).

Rosan mengungkapkan, teknologi yang akan digunakan adalah teknologi yang kemampuannya sudah terbukti di 50 negara. Teknologi tersebut dapat mengolah semua jenis sampah.

"Dan ini adalah teknologi yang bisa mengambil semua sampah yang ada. Mau sampah baru, mau sampah lama, bisa di apa, bisa diserap, bisa diambil," sebutnya.

Harapannya, melalui proyek ini, kebersihan lingkungan Indonesia dapat menyerupai negara maju seperti China dan Jepang.

"Dengan program ini tempatnya itu yang saya datangi sangat bersih dan malah di China itu di tengah pemukiman elit, seperti kayak di Pondok Indahnya. Di tengah-tengahnya itu ada PSEL-nya karena bersih tidak ada bau sama sekali, bahkan di belakangnya dibikin taman bacaan dan rekreasi untuk anak-anak," jelasnya.

Ia menargetkan, PSEL ini dapat beroperasi lebih cepat dari yang ditargetkan yaitu, pada semester I tahun 2028.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Perdana di Era Prabowo! RI Mulai Bangun Proyek Sampah Jadi Listrik


Most Popular
Features