MARKET DATA

Gencarkan Pembangkit Listrik Sampah Tahap 2, RI Butuh Rp18,03 T

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
19 October 2026 16:30
Lahan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi. Proyek dengan nilai investasi Rp3 Triliun ini bisa mengolah 500.000 ton sampah per tahun, Rabu (26/6/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Foto: Lahan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi. Proyek dengan nilai investasi Rp3 Triliun ini bisa mengolah 500.000 ton sampah per tahun, Rabu (26/6/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) memperhitungkan kebutuhan investasi untuk pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Tahap 2 mencapai US$ 1 miliar setara Rp 18,03 triliun (asumsi kurs Rp 18.039 per US$). Proyek PSEL tahap 2 di delapan kota tersebut tersebar mulai dari Medan hingga Surabaya.

CFO Denera Ramadan Harahap menyebutkan proyek-proyek yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional tersebut ditargetkan bisa mengatasi krisis penanganan sampah dan memperkuat ketahanan lingkungan.

"Indikasi awal yang kita terima ini sangat-sangat baik. Kita total pembiayaan itu kurang lebih US$ 1 billion untuk di 8 kota," katanya dalam Media Briefing Denera, di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Dia mengungkapkan kebutuhan pendanaan jumbo itu mendapatkan respon positif dari sektor perbankan. Total indikasi komitmen pembiayaan yang masuk bahkan menembus lebih dari US$ 4 miliar setara Rp 72,17 triliun atau berpotensi lebih hingga 3,6 kali lipat dari kebutuhan awal US$ 1 miliar.

"Kita saat ini menerima lebih dari US$ 4 billion atau 3,6 kali oversubscribed. Ini menunjukkan bahwa bank-bank ini sangat mendukung project-project PSEL," jelasnya.

Menurutnya, pektor perbankan menilai keberadaan PSEL tidak lagi menjadi proyek energi komersial, melainkan sebagai infrastruktur sosial yang mendesak untuk mengatasi darurat sampah dan perbaikan lingkungan.

Berdasarkan catatannya, saat ini terdapat 34 lembaga keuangan yang masuk dalam panel pendanaan, mencakup 13 bank internasional spesialis project finance, lembaga keuangan multilateral seperti ADB, AIIB, IsDB, dan KfW, bank-bank Himbara, serta bank komersial nasional dengan fasilitas tenor pinjaman mencapai 23 tahun.

"Jadi kita lihat di sini ada 34 financial institution yang kita bisa petakan menjadi 4 besar, yaitu bank-bank internasional global yang spesialisasinya di project finance, ini ada sekitar 13 bank, bisa dilihat di situ," imbuhnya.

Di samping itu, CEO Denera Fadli Rahman menjelaskan bahwa pengembangan PSEL Tahap 2 ini tersebar di delapan wilayah, yaitu Medan Raya, Kabupaten Bekasi, Lampung, Serang, Semarang, Surabaya, Bogor Raya 2, dan Yogyakarta Raya.

"Di Denera didirikan dengan misi untuk mempercepat transisi Indonesia menuju ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber daya bernilai untuk mendukung inovasi dan ketahanan lingkungan nasional," kata Fadli dalam kesempatan yang sama.

Untuk mempercepat realisasi investasi bernilai besar tersebut, pihaknya menerapkan skema one stop service bersama Danantara. Lewat skema tersebut, para investor dan pemilik teknologi difasilitasi dalam pengurusan perizinan, pembebasan lahan, izin Amdal, hingga penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PPA) dengan PT PLN (Persero), sehingga risiko investasi dapat ditekan secara signifikan.

Berikut detail 8 proyek PSEL Tahap 2:

  1. Medan Raya: Target konstruksi Q1 2027, target COD 2029, investasi US$ 213 juta
  2. Serang Raya: Target konstruksi Q2 2027, target COD 2029, investasi US$ 149 juta
  3. Bogor Raya 2: Target konstruksi Q1 2027, target COD 2029, investasi US$ 147 juta
  4. Kab. Bekasi: Target konstruksi Q1 2027, target COD 2029, investasi US$ 130 juta
  5. Semarang Raya: Target konstruksi Q2 2027, target COD 2029, investasi US$ 141 juta
  6. Yogyakarta Raya: Target konstruksi Q1 2027, target COD 2029, investasi US$ 130 juta
  7. Lampung Raya: Target konstruksi Q2 2027, target COD 2029, investasi US$ 152 juta
  8. Surabaya Raya: Target konstruksi Q2 2027, target COD 2029, investasi US$ 139 juta
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 34 Bank di Dunia Minat Biaya Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) di RI


Most Popular
Features