Asap Karhutla Tembus IKN, Istana Garuda Tertutup Kabut

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Minggu, 18/10/2026 09:15 WIB
Foto: Tentara berbaris sebelum dimulainya upacara yang menandai peringatan 79 tahun kemerdekaan Indonesia di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Sabtu (17/8/2024). (AP/Achmad Ibrahim)

Jakarta, CNBC Indonesia - Asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dilaporkan sudah menyelimuti kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Kabut asap pun sudah terlihat menutupi kawasan Istana Garuda, yang merupakan salah satu bangunan utama di pusat pemerintahan baru itu.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, mengklaim aktivitas kerja pemerintahan masih berjalan normal. Namun dia mengimbau masyarakat yang beraktivitas di IKN untuk menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan kabut asap.


"Aktivitas masih berjalan normal, saya selalu memonitor untuk kondisi ini, khususnya penggunaan masker," tuturnya, dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (18/10/2026).

Asap karhutla itu juga dilaporkan membuat sejumlah bangunan terlihat samar dari kejauhan. Bangunan di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP), seperti Istana Garuda, rusun ASN, hingga perkantoran tidak lagi terlihat jelas.

Bahkan masjid negara yang biasanya terlihat megah dari kejauhan kini nyaris tenggelam ditelah oleh asap.

Basuki mengatakan kepekatan asap terutama terlihat pada pagi hari. Meski begitu, kondisi saat ini mulai berkurang dibandingkan hari sebelumnya.

"Paling terasa di pagi hari. Hari sebelumnya itu jauh lebih parah dari ini," tandasnya.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) KLH/BPLH, kualitas udara di sekitar Plaza Bhinneka KIPP IKN berada dalam kategori Tidak Sehat. Adapun nilai ISPU PM2.5 tercatat mencapai 121 pada pukul 13.00 Wita, Kamis (15/10).

"Bahkan sempat menyentuh di angka 150. Kita akan terus pantau menggunakan alat pemantau yang berada di kawasan taman Bhineka Tunggal Ika," kata Basuki.

Di tengah kondisi tersebut, Otorita IKN terus berupaya membantu pemadaman karhutla di wilayah deliminasi IKN. Pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Lanud Dhomber serta BMKG dalam hal penanganannya.

"Kita terus mengupayakan proses pemadaman karhutla melalui kerja sama dengan Lanud Dhomber serta BMKG," ucapnya.

Upaya yang dilakukan meliputi pengerahan helikopter water bombing untuk melakukan pemadaman api. Di sisi lain, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga telah dilakukan untuk menghasilkan hujan di sejumlah titik.

"OMC juga dilakukan untuk menghasilkan hujan yang dapat mendukung pemadaman api. Meskipun belum berjalan maksimal karena minimnya awan hujan di langit IKN," pungkasnya.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Efek Kabut Asap RI, Pasien Klinik & IGD Singapura Melonjak