Chaos! Demo Antipemerintah Makin Membara, Pemimpin Ini Ogah Mundur
Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Albania Edi Rama menolak desakan untuk mundur di tengah aksi demonstrasi yang kembali berujung ricuh di ibu kota Tirana, Kamis (15/10/2026). Ribuan mahasiswa yang turun ke jalan merusak fasilitas umum dan terlibat bentrokan dengan polisi yang menembakkan gas air mata serta menyemprotkan meriam air untuk membubarkan massa.
Para demonstran menuding pejabat pemerintah terlibat korupsi dan mengabaikan sektor pendidikan. Mereka juga memprotes penjualan sebagian kawasan pesisir selatan Albania untuk proyek resor mewah yang didukung Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dilansir The Guardian, kerusuhan meninggalkan kerusakan di sejumlah sudut Tirana. Tempat sampah hangus, halte bus pecah, dan lampu lalu lintas rusak. Polisi menembakkan gas air mata, granat kejut, serta meriam air ke arah demonstran yang melempar batu.
Massa juga membakar sebuah kios, memasang barikade, dan menyerbu sebuah bank.
Para demonstran menuntut Rama mundur. Mereka menilai pemerintah tidak pernah benar-benar mendengarkan keluhan warga selama rangkaian aksi yang sebagian besar berlangsung damai sepanjang musim panas, terutama terkait rencana pembangunan resor tersebut.
Rama, yang pemerintahannya membantah tuduhan korupsi, menyatakan bersedia membahas kenaikan biaya pendidikan. Namun, ia menolak tuntutan agar dirinya mengundurkan diri.
"Tanggung jawab saya adalah mendengarkan, menangani keluhan yang sah, dan menjaga Albania terus bergerak maju," kata Rama dalam pernyataan tertulis kepada Reuters.
"Alternatifnya adalah mengkhianati rakyat Albania yang telah memberi saya mandat kuat untuk menyelesaikan negosiasi keanggotaan Uni Eropa," ujarnya.
Rama Kecam Perusakan Fasilitas Publik
Seorang mahasiswa yang memperkenalkan diri sebagai Kiara mengatakan tingginya biaya hidup, terbatasnya peluang kerja, dan dugaan korupsi menjadi persoalan utama yang mendorong aksi tersebut. Ia, seperti banyak demonstran lainnya, mengenakan masker saat berada di jalanan.
"Perdana menteri kami adalah gambaran dari arti kata korupsi. Anda hanya bisa mendapatkan pekerjaan sesuai bidang jika mengenal seseorang yang juga mengenal orang dalam," kata Kiara.
Gelombang demonstrasi yang memasuki hari ketiga ini menjadi tantangan terbesar bagi Rama sejak ia memenangkan masa jabatan keempat tahun lalu. Keanggotaan Albania di Uni Eropa menjadi salah satu agenda utama kampanyenya saat itu.
Ketika kekerasan kembali pecah di sekitar gedung parlemen, sidang parlemen terpaksa dibatalkan. Di Lapangan Skanderbeg, pusat Kota Tirana, polisi memukuli demonstran yang berusaha melarikan diri menggunakan tongkat, sementara sejumlah wisatawan menyaksikan kejadian tersebut.
Sementara itu, situs televisi Top Channel melaporkan seorang komandan polisi mengalami luka serius dalam kerusuhan di Kota Shkodra. Media lokal juga memberitakan aksi serupa berlangsung di Durres, Elbasan, Kukes, dan Vlora.
Pengacara sekaligus demonstran, Lulzim Tanushi, menilai pemerintah telah gagal mendengar aspirasi masyarakat.
"Pemerintahan ini korup, dipimpin dan dijalankan oleh perdana menteri yang korup," kata Tanushi.
"Sejak Rama berkuasa, ia telah menyalahgunakan kekuasaan dan menghancurkan kehidupan masyarakat. Itulah sebabnya orang-orang menunjukkan kemarahan mereka-karena sebelumnya mereka tidak didengarkan," lanjutnya.
Aksi terbaru tersebut menyusul demonstrasi yang berlangsung selama berbulan-bulan, sebagian besar secara damai, setelah rencana pembangunan resor mewah di pesisir Albania diumumkan. Proyek itu kini menghadapi sejumlah gugatan hukum.
Pada Juli lalu, sejumlah warga desa mengatakan kepada Reuters bahwa tanah mereka dijual secara tidak sah untuk kepentingan pembangunan. Reuters kemudian melaporkan bahwa pria yang menjual lahan tersebut tengah dicari jaksa terkait dugaan perdagangan narkoba. Pengacaranya membantah tuduhan itu.
Reuters menyatakan tidak menemukan bukti pelanggaran yang dilakukan Kushner. Ia juga tidak terlibat langsung dalam sengketa antara warga dan pihak yang terkait dengan penjualan tanah tersebut.
Albania Kejar Keanggotaan Uni Eropa
Citra Albania selama bertahun-tahun dibayangi berbagai skandal korupsi. Analis politik juga menilai negara itu menjadi salah satu pusat bagi kelompok kriminal yang berupaya mencuci uang hasil perdagangan narkoba dan senjata. Situasi tersebut menjadi tantangan bagi ambisi Albania untuk bergabung dengan Uni Eropa.
Bersama Montenegro, Albania saat ini menjadi salah satu negara Balkan yang paling maju dalam proses aksesi ke Uni Eropa. Pemerintah menargetkan keanggotaan dapat dicapai paling cepat pada 2028.
Rama menegaskan pemberantasan korupsi tetap menjadi agenda pemerintahnya.
"Korupsi harus dihadapi dan, seperti yang baru-baru ini ditegaskan kembali oleh Uni Eropa sendiri, Albania sedang menanganinya dengan upaya yang belum pernah dilakukan sebelumnya," katanya kepada Reuters.
"Barangkali ada sejumlah kekuatan, baik di dalam maupun luar negeri, yang tidak ingin Albania berhasil menjadi pelopor dalam keanggotaan Uni Eropa. Namun, saya tidak akan membiarkan kekerasan menggagalkan masa depan Albania di Eropa," lanjut Rama.
Misi Uni Eropa di Albania turut menyerukan penyelesaian melalui dialog. Dalam pernyataan yang diunggah di platform X, misi tersebut menyatakan, "Dialog konstruktif adalah satu-satunya jalan ke depan."
Adapun kerusuhan di Albania menjadi bagian dari gelombang aktivisme mahasiswa yang meluas di Eropa.
Di Prancis, para pelajar sekolah menengah menggelar aksi protes dan memblokade sekolah selama berminggu-minggu untuk menuntut penambahan guru serta perbaikan fasilitas pendidikan. Mereka menilai kondisi bangunan sekolah yang memburuk dan ruang kelas yang terlalu padat telah mengganggu proses belajar mengajar.
(luc/luc)