MARKET DATA
Internasional

Demo Antipemerintah Menggila, Pemimpin Ini Tuduh Campur Tangan Asing

luc,  CNBC Indonesia
17 October 2026 21:15
Orang-orang berkumpul di dekat api sementara gumpalan asap hitam membubung, di tengah aksi protes anti-pemerintah oleh para mahasiswa, di Tirana, Albania, 14 Oktober 2026. (REUTERS/Florion Goga)
Foto: Orang-orang berkumpul di dekat api sementara gumpalan asap hitam membubung, di tengah aksi protes anti-pemerintah oleh para mahasiswa, di Tirana, Albania, 14 Oktober 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Albania Edi Rama menuding adanya campur tangan pihak asing di balik gelombang demonstrasi mahasiswa yang semakin ricuh dan menuntut dirinya mundur dari jabatan. Aksi unjuk rasa yang berlangsung selama beberapa hari terakhir dipicu oleh kemarahan terhadap dugaan korupsi pemerintah dan buruknya kondisi perguruan tinggi.

Dilansir Al Jazeera, pada Jumat (16/10/2026), ribuan anak muda turun ke jalan-jalan di ibu kota Tirana. Mereka kembali berhadapan dengan polisi antihuru-hara di depan Kementerian Pendidikan, menandai hari keempat berturut-turut bentrokan terjadi di lokasi tersebut.

Dalam pernyataan melalui video pada Jumat, Rama menolak anggapan bahwa demonstrasi tersebut murni merupakan gerakan mahasiswa.

"Ini bukan fenomena mahasiswa," kata Rama. Ia juga menuding ada "pihak-pihak asing yang tidak menginginkan Albania hidup dalam kedamaian".

Rama bersikeras bahwa aksi tersebut "sama sekali tidak ada hubungannya dengan kesulitan, masalah, atau aspirasi sah siapa pun yang menginginkan kehidupan yang lebih baik".

Bentrok antara demonstran dan aparat pun makin memanas. Polisi menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa, sementara para pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah petugas.

Aksi protes tidak lagi terpusat di Tirana. Media lokal melaporkan demonstrasi juga meluas ke Elbasan, Shkodra, dan Korca. Di sejumlah lokasi, demonstran memecahkan kaca bangunan dan membakar tempat sampah.

Eskalasi ini terjadi setelah berbulan-bulan aksi yang sebagian besar berlangsung damai. Gelombang protes awalnya dipicu oleh penjualan sebagian kawasan pesisir Albania untuk pembangunan resor mewah yang dikaitkan dengan Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam beberapa hari terakhir, sasaran demonstrasi semakin meluas ke gedung pemerintahan dan perbankan. Pada Selasa, massa melemparkan batu bata dan bongkahan beton ke gedung Kementerian Pendidikan. Sejumlah bangunan lain di ibu kota juga dibakar, termasuk kantor perdana menteri, gedung kementerian keuangan dan kehakiman, serta beberapa kantor cabang bank.

Dalam pernyataannya, kepolisian Albania menyebut 160 orang ditahan pada Kamis malam atas dugaan keterlibatan dalam aksi kekerasan.

Tuntutan Mundur dan Keanggotaan Uni Eropa

Para demonstran menuntut Rama mengundurkan diri, sekaligus mendesak reformasi sistem pemilu dan pendidikan. Pemerintahan Rama sendiri membantah tuduhan korupsi yang diarahkan kepadanya.

Rama sebelumnya menyatakan bersedia berdialog mengenai kenaikan biaya pendidikan. Namun, ia menolak desakan agar dirinya meninggalkan jabatan perdana menteri.

"Tanggung jawab saya adalah mendengarkan, menangani kekhawatiran yang sah, dan memastikan Albania terus bergerak maju," kata Rama pada Kamis.

Ia juga memperingatkan bahwa pengunduran dirinya justru akan mengkhianati mandat politik yang diberikan rakyat Albania kepadanya.

"Pengunduran diri saya akan menjadi pengkhianatan terhadap rakyat Albania yang telah memberi saya mandat kuat untuk menuntaskan negosiasi keanggotaan Uni Eropa," tambahnya.

Skandal korupsi selama ini menjadi salah satu hambatan bagi Albania untuk bergabung dengan Uni Eropa. Sejumlah analis menilai negara tersebut telah menjadi pusat aktivitas kelompok kriminal yang berupaya mencuci uang hasil perdagangan narkoba dan senjata.

Rama memenangkan masa jabatan keempat pada tahun lalu dengan janji membawa Albania menjadi anggota Uni Eropa. Pemerintahannya menargetkan keanggotaan dapat terwujud paling cepat pada 2028.

Namun, meningkatnya demonstrasi dan tuntutan agar dirinya mundur kini menjadi tantangan politik serius bagi Rama di tengah upayanya membawa negara Balkan tersebut masuk ke dalam blok Eropa.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Gen Z Satukan Kekuatan Mengguncang Negara, Pemerintah Waswas


Most Popular
Features