MARKET DATA

Maksimalkan Sumber Daya, ABB Berkomitmen dukung Ekonomi Sirkular

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
14 October 2026 13:31
ABB
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Di era teknologi saat ini, makin banyak sektor industri bergerak menuju ekonomi sirkular, tidak terkecuali industri pulp, kertas, dan fiber. Hal tersebut pun diakui oleh Cluster Manager Pulp, Paper, Fiber Asia & Oceania, ABB Process Industries, Liew WeiMing.

Menurutnya, pabrik pulp dan kertas juga telah banyak memanfaatkan biomassa dan menggunakan sisa olahan untuk menghasilkan energi.

Hal menarik lainnya adalah berkembangnya biorefinery di pabrik pulp. Fasilitas ini juga mampu menghasilkan biokimia, yang digunakan di industri lain. Sehingga ada manfaat timbal balik.

"Kita juga melihat semakin banyak orang mencoba mencari cara untuk mendaur ulang polyester," ujarnya kepada CNBC Indonesia, dikutip Rabu (7/10/2026).

Di sisi lain, ia juga menyoroti terkait modernisasi Industri PULP & Kertas. Terlebih, banyak orang hanya memahami bahwa kertas digunakan untuk menulis, mencetak, atau sebagai bahan kemasan. Namun, sebenarnya pemanfaatan kertas kini telah berkembang jauh melampaui fungsi-fungsi tersebut.

Saat ini, kita melihat munculnya segmen baru, salah satunya adalah sustainable packaging. Serta penggunaan baru terutama pada tekstil. Misalnya, viscous fiber yang dapat diproduksi dari bahan seperti bambu sehingga menghasilkan material yang lebih lembut. Perkembangan lainnya adalah pemanfaatan nanoselulosa. Menurutnya, material ini memiliki karakteristik fiber yang berbeda, serta ada banyak penggunaan baru.

"Sebagai salah satu pemain utama, Indonesia perlu mulai mengarahkan fokusnya pada pengembangan produk-produk bernilai tinggi daripada hanya memproduksi dalam jumlah besar," tegas WeiMing.

Weiming mengatakan industri saat ini bukan hanya tentang memproduksi kertas, industri ini telah berkembang ke berbagai segmen baru, misalnya material berkelanjutan, memperluas penggunaan ke berbagai bidang baru seperti tekstil, serta mengembangkan teknologi baru untuk produksi bio-based.

"Hal utama yang dapat disimpulkan adalah bahwa sebagian besar pabrik yang sedang bertransformasi menjadi pabrik modern yang menghadapi masa depan dan siap mengadopsi teknologi perlu melakukan pendekatan ini secara bertahap. Dan kita harus merangkul teknologi AI seiring kita bergerak maju bersama," kata Weiming.

Untuk diketahui, dalam industri pulp, kertas, dan fiber ABB telah bekerja sama selama beberapa dekade dengan membagi rantai nilai menjadi dua bagian. Pertama adalah aspek pergerakan, yaitu bagaimana pabrik beroperasi. Pada bagian ini, AAB menyediakan solusi mulai dari gardu listrik, elektrifikasi, motor dan penggeraknya yang dipadukan dengan sistem manajemen energi untuk membantu mengurangi emisi.

Kedua adalah aspek kecerdasan, AAB baru-baru ini meluncurkan Automation Extended, yang menggunakan tumpukan teknologi yang berbeda. Dengan kontrol proses dan optimasi yang sudah terintegrasi, solusi ini membantu meningkatkan kualitas produk.

Oleh karena itu, ABB berharap pabrik kertas ke depan dapat semakin modern dan berdaya saing. Konektivitas tinggi menjadi salah satu fondasi utama, mengingat sebagian besar pabrik berada di lokasi terpencil. Dengan pabrik yang saling terhubung, perusahaan dapat memperoleh dukungan sekaligus berkolaborasi dengan pemasok maupun pihak internal perusahaan.

"Pabrik juga harus sangat berbasis data. Kita perlu mengumpulkan banyak informasi agar dapat melakukan berbagai peningkatan pada pabrik, misalnya melalui pemeliharaan prediktif. Selanjutnya, sebagian besar pabrik kini berupaya menjadi lebih otonom. Untuk mencapainya, kita perlu menerapkan wawasan berbasis data dan AI guna membantu operator mengambil keputusan dengan cepat, sehingga dapat mencapai operasi yang stabil dan optimal secara berkelanjutan. Tentunya, dengan tambahan data dan informasi yang tersedia, kita dapat menerapkan analitik tingkat lanjut dan terus bergerak menuju pabrik yang lebih efisien," pungkasnya, menegaskan bahwa konektivitas, data, dan otonomi akan menjadi kunci bagi pabrik kertas untuk tetap kompetitif di masa depan.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Mantap! Siswi Kelas 12 Ini Sukses Berdayakan 126 Perajin & Jaga Gambut


Most Popular
Features