Menperin Ungkap BUMN Tekstil Akan Akuisisi Sritex

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Rabu, 14/10/2026 11:31 WIB
Foto: dok Sritex

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana membentuk badan usaha milik negara (BUMN) khusus tekstil yang akan mengambil alih sejumlah perusahaan di dalam negeri, termasuk PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang telah dinyatakan pailit. Langkah ini disiapkan untuk mengonsolidasikan kekuatan industri tekstil nasional yang tengah menghadapi berbagai tekanan.

Menteri Perindustrian Sarmuji mengatakan, perusahaan pelat merah tersebut nantinya akan menjadi wadah untuk mengembangkan perusahaan tekstil yang sudah ada. Pemerintah ingin menggabungkan keunggulan masing-masing perusahaan agar industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional memiliki daya saing yang lebih kuat.

"Memang nanti ada beberapa perusahaan tekstil yang diakuisisi. Iya [termasuk Sritex], dan beberapa perusahaan nanti diakuisisi," ujar Sarmuji dikutip Rabu (14/10/2026).


Menurut Sarmuji, setiap perusahaan tekstil memiliki kemampuan dan keunggulan yang berbeda. Melalui konsolidasi, berbagai kekuatan tersebut diharapkan dapat disatukan sehingga perusahaan-perusahaan yang berada dalam ekosistem BUMN Tekstil bisa saling mendukung.

"Itu menjadi lebih bermakna nanti karena menyatukan beberapa kekuatan. Satu tekstil dengan perusahaan tekstil lain punya kekuatan masing-masing. Nanti kita akan sinergikan," tutur dia.

Karyawan PT Sritex terakhir melakukan kerja di perusahaannya di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025). Setelah putusan pengadilan yang menyatakan Sritex pailit, kini kendali atas perusahaan ada di tangan kurator. (Photo by DIKA / AFP) Foto: Karyawan PT Sritex terakhir melakukan kerja di perusahaannya di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025). Setelah putusan pengadilan yang menyatakan Sritex pailit, kini kendali atas perusahaan ada di tangan kurator. (Photo by DIKA / AFP)

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah membahas rencana pembentukan perusahaan tersebut bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Lembaga pengelola investasi negara itu disiapkan untuk mendukung pendanaan pembentukan BUMN Tekstil.

Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa pemerintah berencana mendirikan perusahaan baru untuk mengembangkan perusahaan-perusahaan tekstil yang telah beroperasi di Indonesia. Perusahaan tersebut juga dirancang menjadi penggerak integrasi kawasan industri TPT nasional.

"Kita akan bikin perusahaan baru unutk bisa mengembangkan perusahaan-perusahaan yang sudah ada. Kita lihat bisa berpartner dengan yang sudah ada," ujar Rosan pada akhir September lalu.

Meski demikian, skema pendanaan dan pelaksanaan rencana tersebut masih perlu diperjelas. Pemerintah sebelumnya menyebut kebutuhan investasi untuk pembentukan BUMN Tekstil diperkirakan mencapai US$ 6 miliar atau setara sekitar Rp100 triliun.


(fys/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Solusi Menperin Sarmuji Atasi Masalah Industri Tekstil