Peraih Nobel Ekonomi Ini Tertarik dengan Pancasila, Beri Komentar Ini

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Selasa, 13/10/2026 07:25 WIB
Foto: Prof. James A. Robinson, salah satu peraih Nobel Ekonomi 2024. (Dok. The University of Chicago)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peraih Nobel Ekonomi 2024 James A. Robinson mengaku kagum dengan ideologi Pancasila di Indonesia, di mana ideologi ini berhasil menyelamatkan Indonesia dari kegagalan pembangunan pasca-kolonial.

Ketertarikan Robinson pada Pancasila juga dapat dibuktikan dari kebudayaan Indonesia yang sangat beragam, termasuk bahasa dan suku-suku.

"Saya sangat tertarik, misalnya pada Pancasila dan gagasan mengenai filosofi yang mendasari pembentukan Indonesia pascakolonial. Memang saya tidak tahu apakah Pancasila merupakan penjelasan utama atas keberhasilan tersebut. Namun, menurut saya, hal ini sangat menarik untuk dikaji," kata Robinson dalam diskusi yang diselenggarakan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama Prasasti Center for Policy Studies, Senin (12/10/2026).


Robinson ini menilai dengan adanya Pancasila, Indonesia tidak bernasib seperti halnya Nigeria dan Republik Demokratik Kongo, di mana kedua negara tersebut juga pernah dijajah, namun pembangunannya dinilai tak berhasil.

"Indonesia, Nigeria, dan Republik Demokratik Kongo merupakan negara pascakolonial yang dibangun setelah mengalami penjajahan oleh kekuatan kolonial yang menjalankan sistem ekstraktif, menggunakan kekerasan, serta menerapkan pemaksaan untuk mengendalikan masyarakat. Namun, proses pembentukan negara di Indonesia telah menunjukkan keberhasilan yang sangat besar jika dibandingkan dengan pengalaman negara-negara di Afrika," terang Penulis buku Why Nations Fail?.

Pihaknya menjelaskan adanya ideologi yang kuat menjadi sangat penting karena pembangunan negara membutuhkan fondasi yang kuat.

"Kita dapat mengambil contoh Korea Selatan dan negara-negara lainnya untuk memahami bagaimana fondasi tersebut dibangun," ujar Robinson.


(chd/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: 639 Hektare Lahan di 6 Provinsi Masih Proses Pemadaman Karhutla