Sebelum Bayar Pakai QRIS, Bos BI Ingatkan Nasabah Wajib Lakukan Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengingatkan masyarakat agar memeriksa nama penerima sebelum membayar menggunakan QRIS. Kebiasaan sederhana ini dinilai penting untuk mencegah salah transfer, di tengah makin luasnya penggunaan QRIS di berbagai lapisan masyarakat.
Hal itu disampaikan Destry dalam wawancara eksklusif di program Central Banking CNBC Indonesia. Menurutnya, selain pengembangan teknologi, peningkatan pemahaman masyarakat juga harus terus didorong.
"Termasuk misalnya kita bayar pakai QRIS, itu sebaiknya juga kita sambil lihat, benar nggak misalnya saya transfer uang ke kamu," ujar Destry dalam wawancara dengan CNBC Indonesia TV, dikutip Senin (12/10/2026).
Ia menjelaskan, sama seperti mengirim uang ke mana pun, pengguna perlu memastikan siapa pihak yang dituju. Namun, hal kecil ini kerap luput dari perhatian.
"Itu hal yang kecil-kecil aja yang kadang-kadang masyarakat nggak aware. Oke bayar, tap, udah gitu. Padahal mungkin aja bisa salah nama dan sebagainya, jadi awareness di situ perlu," kata Destry.
Imbauan ini muncul ketika penggunaan QRIS terus meluas. Destry menyebut jumlah pengguna QRIS saat ini mencapai 67 juta orang, dengan 46,7 juta merchant. Sebanyak 96% merchant tersebut merupakan pelaku UMKM.
QRIS diluncurkan BI pada 17 Agustus 2019. Menurut Destry, pada awalnya implementasi tidak mudah karena sejumlah bank masih memiliki kode QR masing-masing. Dengan kebijakan yang konsisten, QRIS akhirnya berjalan dan kini bahkan digunakan di pasar-pasar basah. Destry menyebut QRIS murah, aman, dan andal.
Keamanan Sistem Pembayaran Diperkuat
Destry juga menekankan pentingnya sistem keamanan seiring perkembangan sistem pembayaran. BI-FAST, misalnya, kini terhubung dengan banyak pihak karena menggunakan open API, sehingga sektor riil seperti perusahaan logistik atau rumah sakit bisa langsung terhubung dengan sektor keuangan melalui satu platform.
"Tentu itu harus diimbangi dengan security yang kuat. Kita sekarang lagi benar-benar menegakkan itu, supaya inovasi yang terjadi juga diimbangi dengan mitigasi risiko yang tepat," ucapnya.
Ke depan, BI akan terus memperluas dan mengembangkan sistem pembayaran. Destry menyebut BI-FAST kini aktif 24 jam sehari, 7 hari seminggu, sehingga transaksi bisa dilakukan kapan pun tanpa terikat jam kerja.
BI juga memperluas QRIS lintas negara (cross border). Destry mengatakan telah menandatangani kerja sama dengan bank sentral Timor Leste, dan sejumlah negara lain masuk dalam daftar kerja sama berikutnya.
(haa/haa)