Ekonomi RI Masih di Bawah Potensi, Bos BI Yakin Ruang Tumbuh Masih Ada
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) menilai potensi ekonomi Indonesia sangat luas. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia pun diyakini masih di bawah potensinya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti kepada CNBC Indonesia dikutip Senin (12/10/2026).
"Asesmen kami ini memang melihat pertumbuhan ekonomi kita sekarang ini masih di bawah potensi levelnya. Sehingga ini yang perlu didorong," katanya.
Penilaian tersebut yang menjadi pegangan BI saat melakukan pertimbangan kebijakan suku bunga. Seperti diketahui, saat bank sentral utama dunia menaikkan suku bunga pada September, BI memilih mempertahankan suku bunganya di 5,75%.
Destry mengatakan bahwa bank sentral tidak ingin kebijakan moneter BI malah menghambat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kita sekarang lihat bahwa ekonomi kita lagi melihat naik. Kalau kita langsung naikkan suku bunga, apa nanti dia malah gak berhenti. Kemudian juga kita lihat dia naik, ini masalahnya masih ada gap pertumbuhannya itu masih ada," katanya.
"Jadi artinya masih ada ruang dia untuk meningkatkan pertumbuhan tanpa menyebabkan ekonomi overrating."
Destry pun mengatakan bahwa dirinya tetap optimis ekonomi Indonesia dapat terus bertumbuh di tengah situasi gejolak global yang penuh ketidakpastian seperti sekarang ini.
Dirinya mengatakan bahwa Indonesia memiliki kelebihan sebagai pasar yang besar, dengan dengan penduduk usai produktif yang banyak, dan sumber daya alam yang kaya, tinggal bagaimana bisa mengolahnya dengan baik dengan landasan optimisme.
Destry berkaca kepada pengalaman ekonomi Indonesia yang mampu bertahan dan sukses melewati berbagai krisis seperti krisis moneter 1998, krisis keuangan global 2008, hingga krisis saat terjadi pandemi Covid-19.
"Nah sekarang kita menghadapi situasi gejolak global, yang tentu kalau kita bersama-sama, kita bersinergi merah putih, insyaallah kita bisa melalui juga," tuturnya.
(ras/haa) [Gambas:Video CNBC]