Investasi Pemerintahan Prabowo Rp62,6 T dalam 9 Bulan, Ini Hasilnya

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Senin, 12/10/2026 11:25 WIB
Foto: Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyampaikan keterangan saat Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Oktober 2026 di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Realisasi pengeluaran investasi pemerintah hingga 30 September 2026 telah mencapai Rp 62,6 triliun, berdasarkan catatan Kementerian Keuangan.

"Investasi yang lewat BUMN maupun operator investasi pemerintah telah kita keluarkan Rp 62,6 triliun," kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat konferensi pers APBN pekan lalu, dikutip Senin (12/10/2026).

Pengeluaran investasi yang telah terkucur itu mayoritas masuk ke Perum Bulog senilai Rp 22,7 triliun. Di antaranya untuk pengadaan cadangan beras pemerintah dengan dana investasi non permanen tahun anggaran 2026 yang telah terserap 100%.


Dana investasi nom permanen tahun anggaran 2026 ke Bulog itu telah dimanfaatkan untuk menyerap 3,5 juta ton gabah dan 13,9 ribu ton beras, serta 55 ribu ton jagung dari petani.

Selanjutnya ialah kepada LPDP senilai Rp 15 triliun untuk memperkuat dana abadi pendidikan. Dana hasil investasi itu telah dimanfaatkan untuk mendanai 21.497 penerima beasiswa atau awardee, dan 17.311 awardee kolaborasi.

Investasi berikutnya dalam bentuk program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan atau FLPP yang mencapai Rp 11 triliun. Tersalurkan dalam bentuk 165.008 unit rumah senilai Rp 20,5 triliun, tersebar di 36 provinsi, 390 kabupaten atau kota.

Adapula yang terkucurkan melalui LMAN senilai Rp 9,6 triliun untuk mendukung proyek strategis nasional. "Ini termasuk untuk pengadaan lahan," kata Suahasil.

Selain itu, investasi pemerintah sisanya terkucur melalui Lembaga Keuangan Internasional (LKI) Rp 2,2 triliun, PT SMI Rp 1,1 triliun, dan BPDLH Rp 1 triliun.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Habis "Hibernasi" Tiba-Tiba Jadi Wamenkeu, Luky Alfirman Kaget