MARKET DATA

Menperin Sarmuji Ingatkan Sangat Pentingnya SNI Bagi Industri

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
08 October 2026 19:50
Menteri Perindustrian M Sarmuji saat bertemu wartawan di Jakarta, Jumat (2/10/2026). (CNBC Indonesia/Damiana Cut E)
Foto: Menteri Perindustrian M Sarmuji saat bertemu wartawan di Jakarta, Jumat (2/10/2026). (CNBC Indonesia/Damiana Cut E)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perindustrian (Menperin) Sarmuji mendorong pemanfaatan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus melindungi konsumen. Namun, penerapan standar tersebut diminta tidak dilakukan secara serampangan karena bisa berdampak terhadap industri dalam negeri.

Sarmuji mengatakan SNI juga dapat berfungsi sebagai technical barrier atau hambatan teknis untuk membatasi masuknya produk impor sejenis. Meski demikian, pemerintah perlu memilah produk yang memang perlu diberikan persyaratan tersebut agar kebijakan perlindungan tidak justru merugikan industri nasional.

"SNI memang penting untuk supaya industri kita makin berkualitas, makin sesuai dengan harapan masyarakat, konsumen juga dilindungi, itu pentingnya SNI. Tapi SNI juga bisa menjadi technical barrier untuk produk-produk dari luar," kata Sarmuji usai memantau Unit Pelayanan Publik (UPP) Kemenperin, Kamis (8/10/26).

Sejumlah produk impor justru digunakan sebagai bahan atau komponen dalam proses produksi industri nasional. Jika standar diberlakukan tanpa mempertimbangkan fungsi tersebut, rantai pasok manufaktur dalam negeri berpotensi ikut terganggu.

Sarmuji mencontohkan produk ban. Produk tersebut memang digunakan langsung oleh konsumen, tetapi pada saat yang sama juga menjadi komponen penting dalam produksi kendaraan bermotor yang sebagian produksinya diarahkan untuk pasar ekspor.

"Misalkan ban, ban itu satu sisi itu untuk konsumen. Orang mau ganti ban dan lain sebagainya. Tapi di sisi lain dia adalah bahan produksi untuk menciptakan mobil yang mobil itu orientasinya ekspor," ujarnya.

Karena itu, pemerintah perlu melihat penerapan SNI tidak hanya dari sisi perlindungan pasar domestik, tetapi juga dari dampaknya terhadap industri yang terintegrasi dalam rantai produksi dan memiliki orientasi ekspor.

Pemerintah akan meneliti satu per satu standar yang diterapkan. Pemerintah juga perlu melakukan review terhadap produk-produk dari luar negeri yang ternyata dibutuhkan oleh industri domestik sebagai bahan produksi.

"Benar kita maksudnya technical barrier untuk produk-produk dari luar, cuma harus kita teliti SNI mana yang diterapkan memang untuk technical barrier atau kita review beberapa produk-produk dari luar itu yang justru digunakan untuk produksi dalam negeri juga, terutama orientasi ekspor," kata Sarmuji.

Dengan demikian, penerapan SNI diharapkan tetap menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk nasional, tanpa menciptakan hambatan baru bagi industri yang sedang berproduksi untuk pasar global.

"Itu harus kita lihat lagi supaya jangan sampai SNI justru menjadi technical barrier bagi industri kita sendiri. Nah, itu ada yang harus kita pilah-pilah benar," tegas Sarmuji.

(hoi/hoi) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Agus Gumiwang Ungkap 'PR Besar' Industri RI, Utilisasi Baru 64,8%


Most Popular
Features