FOTO Internasional

Potret Pasien Rumah Sakit Membeludak, Negara Hadapi Wabah Mematikan

Reuters, CNBC Indonesia
Kamis, 08/10/2026 05:00 WIB

Bangladesh memperkuat fasilitas kesehatan menghadapi DBD. Hingga 6 Oktober, tercatat 281 kematian dengan tingkat kematian 0,31%, terendah tiga tahun terakhir.

1/5 Anak-anak yang terinfeksi demam berdarah menjalani perawatan di Mugda Medical College and Hospital di Dhaka, Bangladesh, pada 7 Oktober 2026. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Anak-anak yang terinfeksi demam berdarah menjalani perawatan di Mugda Medical College and Hospital, Dhaka, Bangladesh, Rabu (7/10/2026). Pemerintah Bangladesh memperkuat fasilitas kesehatan di seluruh negeri untuk menghadapi peningkatan kasus DBD, termasuk dengan menambah tempat tidur, menyediakan alat diagnosis, obat-obatan, cairan infus, serta memperluas akses pengobatan hingga tingkat upazila. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

2/5 Anak-anak yang terinfeksi demam berdarah menjalani perawatan di Mugda Medical College and Hospital di Dhaka, Bangladesh, pada 7 Oktober 2026. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Dilansir BSS News, hingga Selasa (6/10/2026), tingkat kematian akibat DBD tercatat 0,31% dengan 281 kematian. Angka tersebut menjadi yang terendah dalam tiga tahun terakhir, dibandingkan 0,53% dengan 1.705 kematian pada 2023, 0,49% dengan 482 kematian pada 2024, dan 0,34% dengan 323 kematian pada 2025. Pada periode yang sama tahun lalu, tingkat kematian mencapai 0,42%. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain )

3/5 Anak-anak yang terinfeksi demam berdarah menjalani perawatan di Mugda Medical College and Hospital di Dhaka, Bangladesh, pada 7 Oktober 2026. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Sejumlah rumah sakit meningkatkan kapasitas dengan membuka bangsal khusus DBD dan layanan satu pintu. Mugda Medical College Hospital, misalnya, menambah kapasitas tempat tidur DBD menjadi 200 dari sebelumnya 60. Sementara Dhaka Medical College Hospital merawat 231 pasien di tiga bangsal khusus dan menambah tempat tidur sesuai kebutuhan. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

4/5 Anak-anak yang terinfeksi demam berdarah menjalani perawatan di Mugda Medical College and Hospital di Dhaka, Bangladesh, pada 7 Oktober 2026. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Di Kurmitola Multicare Specialized Hospital, kapasitas perawatan DBD ditambah 100 tempat tidur sehingga tersedia sekitar 200 tempat tidur khusus DBD, di luar 50 tempat tidur di unit gawat darurat. Di Khulna, yang menjadi salah satu wilayah dengan kasus tinggi, pemerintah membuka sembilan posko medis gratis dan menyediakan layanan tes DBD gratis di sejumlah pusat kesehatan. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

5/5 Anak-anak yang terinfeksi demam berdarah menjalani perawatan di Mugda Medical College and Hospital di Dhaka, Bangladesh, pada 7 Oktober 2026. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan Bangladesh menyatakan persediaan alat diagnosis, obat-obatan dan cairan infus masih mencukupi. Pemerintah juga menerima 500.000 alat tes cepat dengue NS1 dari Amerika Serikat melalui program STRIDES serta melatih 1.600 dokter berdasarkan pedoman penanganan DBD 2025 untuk memastikan diagnosis dan perawatan yang seragam serta menekan angka kematian. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)