Genjot Pemerataan Faskes di Wilayah 3T, Menkes Siapkan Strategi Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kesehatan terus mendorong pemerataan fasilitas kesehatan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Langkah ini dilakukan dengan membangun rumah sakit di tingkat kabupaten/kota dan menjalin kerja sama dengan pihak swasta.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan pemerintah berencana membangun sebanyak 514 rumah sakit di kabupaten/kota. Tak hanya itu, pemerintah berencana memperbaiki sebanyak 400 rumah sakit di seluruh kabupaten dan kota.
Dengan adanya pemerataan fasilitas kesehatan ini, masyarakat tidak perlu lagi berpindah kota untuk mencari fasilitas kesehatan lain yang lebih mumpuni.
"Orang dulu mesti operasi, mesti ke Jakarta. Orang mesti kendaraan jatuh, mesti ke Bandung. Sekarang nggak usah. Di Sukabumi bisa diberesin, di Nias bisa diberesin, Sumba nggak usah dibawa ke Surabaya, bisa diberesin sana," kata Budi dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia dengan tema 'Capaian Kinerja dan Arah Penguatan Program Prioritas Kementerian', Rabu (24/6/2026).
Di sampang itu, saat ini mulai banyak jaringan rumah sakit swasta yang melakukan ekspansi di berbagai wilayah di Indonesia.
"Yang saya amati sekarang adalah, banyak jaringan-jaringan rumah sakit, saya mulai dari yang swasta aja dulu, misalnya Hermina, Siloam, ada Murni Teguh, ada misalnya IMC, itu mulai membuka agresif rumah sakit-rumah sakit di daerah-daerah," ungkap Budi.
Dia juga menjelaskan perusahaan asing juga berencana membangun fasilitas kesehatan dengan menggandeng perusahaan lokal.
"Mayapada kerja sama sama Apollo, itu rencana mau masuk di Batam. Kemudian Aspen Medical, mau di Jawa Barat, dia mau bikin. BIH dengan Swire, BUMN, bikin di Bali," jelas Budi.
Kementerian Kesehatan pun tengah menyusun regulasi agar pihak swasta dapat berinvestasi fasilitas kesehatan dengan mudah.
"Investasinya adalah orang India, atau orang Amerika, atau orang Australia, membangun rumah sakit di daerah-daerah, sehingga bagi masyarakat layanannya bagus," pungkas dia.
source on Google [Gambas:Video CNBC]