Tetangga RI Keluarkan Travel Warning, Warga Diminta Jauhi Arab Saudi
Jakarta, CNBC Indonesia - Kedutaan Besar Australia di Arab Saudi memperbarui imbauan keamanan bagi warga negaranya di tengah meningkatnya ketegangan dan serangan militer di sejumlah wilayah Timur Tengah. Pemerintah Australia meminta warganya mempertimbangkan kembali kebutuhan untuk melakukan perjalanan ke Arab Saudi.
"Kami terus menyarankan Anda untuk mempertimbangkan kembali keperluan perjalanan secara keseluruhan mengingat situasi keamanan di Arab Saudi dan kawasan sekitarnya," demikian pernyataan Kedutaan Besar Australia di Arab Saudi lewat unggahan Instagram @ausembksa, dikutip Rabu (7/10/2026).
Australia secara khusus mengimbau warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Provinsi Asir, Jazan, dan Najran di wilayah selatan Arab Saudi. Ketiga wilayah tersebut dinilai menghadapi situasi keamanan yang memburuk serta risiko serangan militer.
Selain itu, warga Australia diminta menghindari wilayah dalam radius 30 kilometer dari perbatasan Arab Saudi dengan Yaman. Imbauan tersebut dikeluarkan karena konflik yang masih berlangsung di Yaman dinilai dapat meningkatkan risiko keamanan di kawasan perbatasan.
Kedutaan Australia juga meminta warganya tetap waspada, memantau perkembangan situasi, serta mengikuti arahan otoritas setempat. Warga diminta menjauhi pangkalan militer dan infrastruktur energi yang berpotensi menjadi sasaran serangan.
"Jika terjadi serangan, segera berlindung di tempat tertutup yang aman. Jika tidak tersedia, carilah perlindungan di ruangan bagian dalam yang tidak memiliki jendela," kata Kedutaan Australia.
Australia juga memperingatkan risiko puing-puing yang jatuh akibat intersepsi drone maupun rudal. Pemerintah Australia menegaskan warga perlu mengutamakan keselamatan dan terus menyesuaikan aktivitas mereka dengan perkembangan situasi keamanan terbaru.
(tfa/luc) [Gambas:Video CNBC]