MARKET DATA
Internasional

Warga Asing Jadi Korban Penusukan di London, Turis Diimbau Waspada

tfa,  CNBC Indonesia
09 September 2026 06:20
Ilustrasi Garis Polisi (Photo by kat wilcox from Pexels)
Foto: Ilustrasi Garis Polisi (Photo by kat wilcox from Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Warga asing asal Arab Saudi menjadi korban penusukan dalam percobaan perampokan di kawasan elite Mayfair, London, Inggris, pekan ini. Insiden tersebut kembali menyoroti keamanan wisatawan dari negara-negara Teluk yang menjadikan London sebagai salah satu destinasi favorit.

Pria berusia 40-an tahun itu ditusuk di Berkeley Square pada Kamis dan langsung mendapat penanganan dari Kepolisian Metropolitan serta Layanan Ambulans London sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Polisi menangkap seorang pria berusia 58 tahun di lokasi kejadian atas dugaan penganiayaan berat, kepemilikan senjata berbahaya, dan percobaan perampokan, sementara luka korban dilaporkan tidak mengancam jiwa.

"Ini tampaknya merupakan insiden yang berdiri sendiri dan saat ini tidak ada indikasi adanya risiko berkelanjutan bagi masyarakat umum," ujar juru bicara Metropolitan Police kepada Arab News, dikutip Rabu (9/9/2026). Menurutnya, penanganan kejahatan menggunakan senjata tajam dan kekerasan berat tetap menjadi prioritas kepolisian.

Kedutaan Besar Arab Saudi di London mengatakan tengah berkoordinasi dengan otoritas Inggris, memberikan dukungan kepada korban, dan memantau kondisinya hingga diperbolehkan meninggalkan rumah sakit. Kedutaan juga mengimbau warga negaranya di Inggris untuk berhati-hati serta menghindari membawa barang berharga secara mencolok di tempat umum.

Percobaan perampokan itu disebut kemungkinan dipicu keberadaan jam tangan mewah di dalam tas punggung korban. Meski barang tersebut tidak terlihat dari luar dan tidak ada barang yang berhasil dicuri, insiden ini kembali menjadi perhatian karena pencurian dan perampokan merupakan salah satu jenis kejahatan jalanan yang kerap diwaspadai wisatawan di London.

Namun, data terbaru menunjukkan situasi sebaliknya. Metropolitan Police mencatat kejahatan lingkungan atau neighbourhood crime turun 14% dalam 12 bulan hingga Juni 2026, setara dengan lebih dari 35.000 kasus lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya.

Penurunan itu mencakup pencurian dari orang sebesar 23% dan perampokan personal sebesar 11%. Di Westminster, salah satu pusat wisata utama London, kejahatan jenis tersebut bahkan turun lebih dari sepertiga atau hampir 14.000 kasus.

Meski demikian, pencurian ponsel masih menjadi persoalan nyata bagi pengunjung. Data Metropolitan Police menunjukkan 117.211 ponsel tercatat dicuri sepanjang 2024, naik dari 115.261 pada 2023 dan 90.810 pada 2022, meski kepolisian mengingatkan bahwa perpindahan sistem pencatatan kejahatan pada Februari 2024 membuat perbandingan antar periode perlu dilakukan secara hati-hati.

Dari sisi persepsi keamanan wisatawan, London berada di peringkat ke-13 kota teraman dunia untuk pelancong pada 2026 versi Berkshire Hathaway Travel Protection. London juga berada di peringkat kedelapan untuk keamanan dari kejahatan dengan kekerasan, menunjukkan bahwa meskipun risiko kejahatan tetap ada, kota tersebut masih dipandang relatif aman dibanding banyak destinasi besar lainnya.

"Insiden seperti penusukan baru-baru ini tentu menimbulkan kekhawatiran dan dapat memengaruhi rasa aman pengunjung asal Teluk saat bepergian ke Inggris," kata editor perjalanan Asharq Al-Awsat, Jocelyne Elia, kepada Arab News.

Ia menilai wisatawan tetap perlu mengambil langkah pencegahan, terutama saat membawa jam tangan mewah, perhiasan, tas desainer, dan ponsel di kawasan ramai atau pada malam hari.

(tfa/tfa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Dukungan ke Monarki Inggris Merosot, Terendah dalam 30 Tahun


Most Popular
Features