Internasional

Ledakan Besar, Bandara Internasional Riyadh Arab Saudi Diserang Rudal

sef, CNBC Indonesia
Selasa, 06/10/2026 14:00 WIB
Foto: REUTERS/Stringer

Jakarta, CNBC Indonesia - Bandara internasional Riyadh di Arab Saudi diserang rudal. Serangan dilaporkan dilakukan Houthi, Yaman, Senin malam waktu setempat.

Mengutip RT, kelompok Houthi Yaman mengklaim itu sebagai bagian dari "serangan skala besar yang menargetkan bandara, pangkalan militer, dan infrastruktur minyak di seluruh Arab Saudi". Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan telah melakukan tiga operasi menggunakan "sejumlah besar rudal balistik, jelajah serta drone" sebagai tanggapan atas meningkatnya serangan yang didukung Arab Saudi di Yaman.


"Serangan pertama menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan menghasilkan serangan langsung dan tepat," klaim Saree, seraya mengatakan lalu lintas udara terganggu.

"Serangan kedua menargetkan kilang Saudi Aramco di Rabigh, di mana kelompok tersebut mengklaim serangan langsung memicu kebakaran," tambahnya.

"Operasi ketiga diduga menargetkan Bandara Abha, pangkalan udara Khamis Mushait, kamp militer Aqifah dan situs sensitif lainnya di Najran dan Jizan," tegasnya.

Pihak berwenang Arab Saudi belum membahas klaim spesifik mengenai serangan ini, termasuk apakah serangan Houthi menyebabkan gangguan pada bandara Raja Khalid. Namun, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengeluarkan pernyataan yang lebih luas yang mengutuk serangan Houthi yang terus berlanjut di Riyadh dan beberapa kota Saudi lainnya serta fasilitas sipil dan ekonomi, sambil menegaskan kembali hak kerajaan untuk merespons.

Sementara itu, dikutip AFP, seorang jurnalis mendengar ledakan dahsyat di utara dekat bandara Raja Khalis. Warga mengatakan ledakan mengguncang jendela-jendela di daerah tersebut.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi pun membuat peringatan bahwa memotret, menerbitkan, atau menyebarkan informasi tentang operasi intersepsi rudal dan drone atau lokasi dampak dapat mengakibatkan tindakan hukum. Peringatan yang sama awalnya dikeluarkan pada awal perang.

Houthi Warning Maskapai Internasional

Sementara itu, Houthi memperingatkan maskapai penerbangan internasional agar tidak menggunakan wilayah udara Arab Saudi. Houthi menyatakannya sebagai teater operasi militer dan mengecualikan wilayah udara di Mekah dan Madinah.

Dari data Flightradar24, bandara Raja Khalid tetap beroperasi. Namun ada penundaan yang cukup besar, dengan rata-rata penundaan mencapai 38 menit.

Kelompok tersebut mengatakan serangan tersebut merupakan pembalasan atas 60 serangan udara dan rudal Arab Saudi di Sanaa dan provinsi Al-Jawf, Taiz, Hodeidah, Saada dan Marib selama 24 jam sebelumnya, yang menurut mereka menyebabkan korban sipil. Saree mengklaim pasukan Arab Saudi telah melakukan 1.576 serangan sejak eskalasi terbaru dimulai.

Sebelumnya, koalisi pimpinan Saudi mengatakan sekitar 100 jet tempur memberikan dukungan udara ke pemerintah Yaman dalam membasmi kelompok Houthi, Senin pagi waktu setempat. Koalisi tersebut mengklaim telah menghancurkan 324 target Houthi yang "bernilai tinggi".

Serangan koalisi Arab Saudi juga berupaya merebut kembali wilayah yang hilang di sepanjang pantai Laut Merah Yaman dan di sekitar Selat Bab al-Mandeb yang strategis sebagai sumber pelayaran minyak Riyadh. Pasukan yang didukung Saudi mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah merebut kembali Dhubab dan kota-kota terdekat Bab dan Hadeid, dan para saksi mengatakan kepada AP bahwa mereka melihat tank-tank dan pasukan pemerintah memasuki kota-kota tersebut.

Perlu diketahui, Amerika Serikat (AS) juga membantu kampanye Saudi dengan berbagi intelijen, identifikasi target dan perencanaan operasional, kata para pejabat Amerika dan regional kepada AP. Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Riyadh telah memperingatkan warga AS untuk tetap waspada terhadap kemungkinan serangan rudal dan drone.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Serangan Saudi Tewaskan 7 Orang di Taiz, Konflik Yaman Memanas