Rosan Blak-Blakan, RI Punya 3.700 GW Energi Terbarukan

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Selasa, 06/10/2026 12:30 WIB
Foto: Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani di Acara ISF, Selasa (6/10/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan P Roeslani buka-bukaan bahwa Indonesia memiliki potensi energi baru dan terbaruka sebesar 3.700 Giga Watt (GW).

Rosan mulanya menyatakan bahwa Indonesia menuju hilirisasi yang lebih bersih dengan menggunakan sumber energi dari energi baru dan terbarukan. Seperti misalnya, surya, hidro, panas bumi.

"Ke sanalah kita ingin gelombang modal berikutnya mengalir. Sumber dayanya ada di sini. Indonesia diperkirakan memiliki potensi energi terbarukan hingga hampir 3,700 gigawatt," terang Rosan dalam Indonesia Sustainability Forum (ISF), Jakarta, Selasa (11/10/2026).



Namun sayangnya, dari potensi 3.700 GW itu, saat ini Indonesia baru memanfaatkan kurang dari 1%, yaitu hanya 15,4 GW. Maka dari itu, pemerintah juga mendorong terlaksananya PLTS 100 GW.

"Program PLTS 100 gigawatt yang diluncurkan Presiden pada bulan Agustus memberikan skala nasional bagi ambisi tersebut," tegas Rosan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bauran energi baru terbarukan (EBT) mencapai 17,3% pada semester I-2026 ini. Capaian tersebut masih berada dalam rentang target rancangan strategis nasional yang ditetapkan sebesar 17-21%.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa porsi energi hijau di dalam pasokan energi nasional tersebut sempat menyentuh angka 18,3% pada triwulan pertama tahun ini.

"Dan dalam hal ini kami dapat laporkan Bapak tentang capaian energi baru terbarukan yang saat ini ada itu kalau kita melihat dari capaian energi mix nasional itu baru mencapai 17,3% di semester ini," kata Eniya dalam acara The 12th Indonesia EBTKE ConEx 2026, di Jiexpo, Rabu (2/9/2026).

Kapasitas terpasang pembangkit EBT nasional secara akumulatif saat ini telah mencapai 16,32 Giga Watt (GW), meningkat dari posisi 12 GW pada tahun 2021. Eniya menilai tren investasi di sektor EBT terus mengalami kenaikan meskipun pertumbuhannya masih tergolong landai dibandingkan target jangka panjang.

"Ini menunjukkan investasi memang naik tetapi masih tergolong landai. Nah ini hal yang pasti kita perlu perhatikan sehingga bagaimana cara mencapai sesuai RENSTRA," tambahnya.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Danantara Jamin Kontrak Ekspor SDA Tetap Berjalan