CLOSE AD
MARKET DATA

2/3 Mobil Listrik yang Beredar Ternyata Rakitan RI

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
06 October 2026 11:35
Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani di Acara ISF, Selasa (6/10/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Foto: Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani di Acara ISF, Selasa (6/10/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan P Roeslani menjabarkan bahwa saat ini Indonesia sudah mampu memproduksi sel baterai untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Rosan mengatakan, Indonesia sudah memiliki dua pabrik baterai sel baterai yang dibangun bersama Hyundai, serta CATL dan Indonesia Baterry Corporation (IBC). "Saat ini, 1 dari 6 mobil baru yang terjual di Indonesia adalah mobil listrik sepenuhnya (fully electric), dan lebih dari 2/3 di antaranya dirakit di Indonesia," terang Rosan dalam Indonesia Sustainability Forum (ISF), Jakarta, Selasa (11/10/2026).

Rosan menjabarkan, bahwa saat ini Indonesia sedang membangun ekosistem terintegrasi yang menghubungkan pertambangan, pengolahan, manufaktur, energi bersih dan teknologi. Dengan cara itu, Rosan yakin, Indonesia mampu meningkatkan nilai tambah dan bisa menciptakan lapangan kerja.

Di tahun 2025 lalu, Indonesia mencatat realisasi investasi mencapai US$ 120 miliar. Di mana, 30%-nya diperoleh dari industri hilirisasi.

"Modal terus mengalir masuk, dan saat ini ada tiga sektor yang paling menonjol," terang Rosan.

Ketiga investasi itu adalah: Pertama, elektrifikasi dari tambang, sel baterai, hingga mobil listrik. Kedua, hilirisasi yang lebih bersih. "Pendorong utamanya adalah sumber energi di balik smelter: surya, hidro, panas bumi, dan penyimpanan energi (storage)," jelas Rosan.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article RI Bakal Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Harganya Belum Win-Win


Most Popular
Features