China & ASEAN Cs Siap-Siap! Ada 2 Risiko Besar Menghantui Ekonomi

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 06/10/2026 10:40 WIB
Foto: World Bank Group. (REUTERS/Akhtar Soomro/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - World Bank atau Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan di wilayah Asia Timur dan Pasifik (EAP) pada tahun 2026 sebesar 4,5%. Proyeksi pada Oktober ini naik 0,3 poin persentase dibandingkan pada proyeksi April sebesar 4,2%.

Meskipun tumbuh positif, Chief Economist, Asia, World Bank, Franziska Ohnsorge menilai ada dua faktor risiko yang harus dihadapi negara-negara di wilayah Asia Timur dan Pasifik.


Pertama adalah risiko dari rantai pasok global terkait kecerdasan buatan (AI) yang menjadi sumber kekuatan bagi kawasan ini.

"Jika permintaan dan aktivitas global terkait AI ini melambat, hal itu akan menjadi sumber kelemahan; integrasi kita dalam sektor ini bisa berbalik menjadi titik lemah dan risiko penurunan bagi pertumbuhan kawasan," paparnya pada pertemuan daring, Selasa (6/10/2026).

Franziska mengatakan ada beberapa negara yang memiliki ketergantungan terhadap ekspor AI yang tinggi seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand.

Berdasarkan paparannya, nilai ekspor terkait AI di Vietnam mendekati 50% PDB. Sementara Malaysia sekitar 40% PDB dan Thailand diperkirakan mencapai kuarng lebih 20% dari PDB.

"Jadi, jika permintaan global terhadap barang-barang terkait AI melambat, pertumbuhan di negara-negara kita, terutama di Asia Timur, juga akan tertekan."

Selain itu, Franziska turut mewaspadai fenomena El Nino yang dianggap sebagai pengganggu pertumbuhan ekonomi ke depan.

Dirinya mengatakan bahwa meskipun dampak El Nino sudah diantisipasi tiap tahun, khususnya dalam produksi pertanian dan pangan, namun pada tahun ini dampaknya diperkirakan lebih dahsyat.

Franziska memperingatkan bahwa meskipun El Nino tidak menjadi faktor tunggal dalam perlambatan pertumbuhan ekoomi, namun secara konsisten yang terdampak adalah penurunan produksi tanaman pangan.

"Satu faktor yang secara konsisten muncul secara signifikan dalam peristiwa-peristiwa masa lalu adalah penurunan produksi tanaman pangan," ungkapnya.

"Jadi, kali ini pun mungkin akan muncul kejutan negatif akibat El Nino di beberapa negara yang sangat bergantung pada produksi tanaman pangan," lanjutnya.


(ras/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Bank Dunia Tugaskan Sri Mulyani Urus Dana Untuk Negara Miskin