Pelni Akui Banyak Kapal Berusia Tua Masih Digunakan, Kok Bisa?
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mengakui sebagian armada kapal yang dioperasikannya memiliki usia yang sudah cukup tua. Meski demikian, perusahaan memastikan kondisi teknis kapal tetap memenuhi persyaratan kelaiklautan sebelum digunakan untuk melayani penumpang.
Direktur Utama Pelni Budi Setyawan Wijaya, mengatakan perusahaan saat ini mengoperasikan sekitar 83 kapal dengan jumlah penumpang yang dilayani mencapai sekitar 5,1 juta orang. Dengan jumlah armada dan penumpang yang besar, aspek keselamatan menjadi salah satu perhatian utama perusahaan.
"Ketika kita melihat armada kami, sebagian usianya memang sudah cukup lama lah, bisa dikatakan seperti itu. Tapi satu hal bahwa setiap kapal itu kan harus laik laut," kata Budi dalam Lokakarya Forwahub, Jumat (2/10/2026).
Usia kapal tidak serta-merta membuat kapal tidak dapat dioperasikan. Hal yang menjadi perhatian utama adalah memastikan kondisi teknis kapal memenuhi ketentuan kelaiklautan sebelum kapal menjalankan pelayaran.
Untuk menjaga kondisi armada, Pelni melakukan perawatan kapal secara berkala. Salah satunya melalui annual docking yang dilakukan secara terjadwal untuk memastikan berbagai bagian kapal tetap dalam kondisi yang memenuhi standar keselamatan.
"Kita sendiri di internal itu mulai dari misalnya perawatan kapal, annual docking kita lakukan secara reguler, terjadwal," ujarnya.
Pelni juga mencatat berbagai kondisi atau temuan yang terjadi selama kapal beroperasi. Catatan tersebut kemudian menjadi bahan pemeriksaan ketika kapal memasuki periode docking.
"Terus kemudian juga bagaimana kita mencatat hal-hal yang terjadi di kapal sebelum docking, sehingga ketika docking hal-hal tersebut bisa dicek," jelas Budi.
Selain perawatan dan docking, pemeriksaan atau rampcheck juga dilakukan untuk memastikan kesiapan kapal. Pelni juga melengkapi kapal penumpangnya dengan berbagai peralatan keselamatan, termasuk sekoci dan inflatable liferaft.
Tak hanya aspek kapal, Pelni juga menilai kesiapan awak kapal sebagai bagian penting dalam menjaga keselamatan pelayaran. Perusahaan secara berkala memberikan safety training kepada anak buah kapal (ABK). Sebelum bertugas di kapal, para awak juga menjalani proses familiarisasi. Hal ini dilakukan agar awak memahami kondisi kapal serta prosedur yang harus dijalankan selama melakukan tugas.
"Target kita pasti zero incident, zero accident, karena kita sangat paham bahwa satu nyawa sangat berharga bagi kita," ujar Budi.
(haa/haa)