Prabowo Tebar Rp31 T Buat Stimulus Ekonomi Akhir Tahun, Ini Daftarnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan sejumlah stilmulus ekonomi dan bantuan pemerintah untuk kuartal-IV 2026, serta yang akan dijalankan pada tahun depan.
Program stimulus ini pun telah diputuskan dalam rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara, Rabu (30/9/2026). Dalam rapat itu dihadiri Menteri Keuangan Suahasil Nazara, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
"Tadi rapat dengan bapak presiden terkait dengan program-program bantuan pemerintah yang disiapkan untuk kuartal empat," kata Airlangga, seusai rapat.
Airlangga mengatakan stimulus akan diterapkan dalam waktu dekat, sembari menunggu penyelesaian Peraturan Menteri Keuangan (PMK).
"Nanti kita mesti mempersiapkan PMK-nya, menyiapkan yang lain, dan diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi kita bisa umumkan kapan itu berlaku," katanya.
Total anggaran untuk program stimulus ekonomi akhir tahun ini ia perkirakan akan mencapai Rp 31 triliun.
"Anggaran program tersebut masih dalam proses penyisiran oleh Kementerian Keuangan dengan perkiraan kebutuhan sekitar Rp 31 triliun," tegas Airlangga.
Daftar Program Stimulus Q4-2026
Airlangga mengatakan program yang dibahas mengenai pembukaan rekening gratis untuk warga yang di atas 17 tahun. Program ini menyasar hingga kelompok masyarakat desil 4.
"Nah angkanya sedang di crosscheck dengan kementerian terkait," kata Airlangga.
Kedua, terkait bantuan pangan yaitu dengan besaran 10 kilogram beras untuk tiga bulan mendatang. Bantuan ini akan diberikan pada bulan Oktober - Desember mendatang, untuk 33.244.408 keluarga penerima manfaat, yang menyasar kelompok desil 1 - 4.
"Kebutuhan anggaran kira-kira Rp17,5 triliun," tuturnya.
Ketiga, pemerintah akan memberikan lagi bantuan subsidi upah selama 3 bulan mendatang, sebesar Rp300 ribu. Airlangga mengatakan bantuan ini diberikan kepada 13,3 juta pekerja dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp12 triliun.
Daftar Program Stimulus 2027
Menurut Airlangga pemerintah juga akan melanjutkan program yang dilaksanakan tahun ini ke 2027 mendatang. Program yang dimaksud seperti program magang untuk 150.000 peserta, dan program vokasi untuk 300.000 peserta.
Selain itu ada juga insentif pengurangan pajak atas penghasilan dari pekerjaan atau PPh 21 yang diberikan kepada seluruh sektor, dengan gaji karyawan di bawah Rp10 juta.
"Ini akan dilanjutkan di tahun depan, dan ini diberikan untuk sekitar 7 setengah juta pekerja. Dan ini, kalau yang sekarang diberikan kepada padat karya dan pariwisata, yang tahun depan diberikan ke seluruh sektor yang gajinya di bawah 10 juta," kata Airlangga.
Selain itu pemerintah juga akan melakukan penyesuaian Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dengan angka inflasi. Artinya bakal ada perubahan batas jumlah penghasilan wajib pajak yang dibebaskan dari pajak penghasilan.
"Kemudian juga tadi dibahas mengenai perbaikan angka daripada PTKP yang akan menyesuaikan kepada angka inflasi. Nah ini sedang kami hitung bersama dengan Menteri Keuangan," kata Airlangga.
Lebih lanjut, menurutnya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah juga akan dilanjutkan hingga tahun 2027. Airlangga menjelaskan bahwa insentif ini dapat dinikmati masyarakat untuk melakukan pembelian rumah sampai dengan harga Rp2 miliar.
Sedangkan untuk pembelian rumah dengan harga Rp5 miliar, pemerintah nanggung PPN atas dasar pajak maksimal hingga Rp2 miliar.
Lebih lanjut, pemerintah juga akan melanjutkan diskon atau keringanan iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM) sebesar 50% di tahun depan. Begitu juga dengan bantuan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
"Kemudian juga terkait dengan pemanfaatan daripada jaminan kehilangan kerja yang selama 6 bulan, ini angkanya juga disesuaikan berbasis tingkatan gaji. Jadi yang kelompok 1 yang gajinya Rp2,3 juta itu dalam 6 bulan akan diberikan penuh 2,3 juta.," katanya.
"Sedangkan yang kategori 2, (gaji) Rp 2,3 juta sampai dengan kurang dari Rp3,6 juta akan diberikan Rp 2,3 juta. Dan yang kelompok tiga yang di atas itu, yang gajinya antara, Rp 3,8 juta, itu akan mendapatkan gaji ataupun upah untuk jaminan kehilangan pekerjaannya sebesar 60% dalam 6 bulan. Nah ini juga kami sedang mematangkan dengan Kementerian Keuangan," kata Airlangga .
Kemudian pemerintah juga membuat tambahan program baru untuk KPR Bersubsidi. Masyarakat yang memiliki penghasilan tetap sebesar Rp17 juta, akan diberikan kredit kepemilikan rumah dengan bunga 6%.
"Jadi sebelumnya program ini disiapkan untuk mereka yang menjadi UMKM, penghasilannya tidak tetap, tapi berusaha, sekarang untuk mereka yang berpenghasilan tetap. Dan jumlah, rumahnya yang bisa dibeli sampai dengan Rp 500 juta," tuturnya.
Di industri perhiasan, nantinya juga akan diberikan insentif perpajakan dan fiskal berupa pembebasan PPN, untuk logam mulia.
"itu nanti akan dibuat standar baru di mana mereka bisa memanfaatkan PPN dengan fasilitas logam mulianya di dengan kadar 99,9%. Sekarang regulasi yang berlaku untuk mereka (dengan kadar emas) 99,99%," jelas Airlangga.
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]