Internasional

Semua Bisa Nafas Lega, Perang Dagang AS-China Fix Damai Sementara

sef, CNBC Indonesia
Selasa, 29/09/2026 06:05 WIB
Foto: REUTERS/Kylie Cooper

Jakarta, CNBC Indonesia - China dan Amerika Serikat (AS) telah sepakat untuk memotong tarif yang dikenakan terhadap barang-barang yang diimpor satu sama lain senilai US$60 miliar (Rp 1.079 triliun). Ini akan berlaku untuk berbagai produk, mulai dari jagung AS hingga kosmetik serta peralatan rumah tangga China hingga mainan.

"Di bawah Dewan Perdagangan AS-China, kedua negara masing-masing merekomendasikan perdagangan barang-barang non-sensitif senilai US$30 miliar untuk perlakuan tarif yang lebih menguntungkan," kata Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, dikutip Reuters, Senin (28/9/2026).


"Bagi Amerika Serikat, hal ini membuka akses pasar yang lebih baik untuk sekitar 30% ekspor AS ke China," tambahnya.

Laporan merupakan salah satu hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, yang diselenggarakan di Washington minggu lalu. Sebelumnya Kementerian Perdagangan China sudah mengatakan kedua negara setuju perpanjangan gencatan senjata perdagangan selama dua bulan hingga 10 Januari.

Sementara itu, secara rinci, berdasarkan data Gedung Putih, China berencana memangkas bea masuk atas berbagai barang pertanian AS termasuk jagung, gandum, sorgum, daging, susu, minyak sayur, dan makanan. Sayangnya, kedelai tidak termasuk.

Beijing juga akan berupaya mengurangi pungutan atas ikan dan makanan laut AS. Produk seperti kayu gelondongan dan produk kayu, kosmetik, serta peralatan medis juga masuk.

AS pun akan melakukan pemotongan tarif timbal balik yang diberlakukan Washington untuk peralatan kecil China seperti mesin pembuat kopi dan pemanggang roti, peralatan makan, selimut dan seprai. Daftar tersebut juga mencakup mainan, kembang api, bunga buatan, lampu pohon Natal dan dekorasi hari raya lainnya, serta kursi mobil anak-anak.

Sebelumnya KTT Trump & Xi Jinping juga menghasilkan kesepakatan bagi China untuk mengimpor 10 juta metrik ton batu bara setiap tahun dari AS pada tahun 2027 dan 2028. Jumlah tersebut kira-kira setara dengan 2% impor batubara China setiap tahunnya.

"Mengimpor batu bara AS tidak hanya merupakan suplemen yang bermanfaat bagi pasar batu bara domestik China, namun juga memberikan pendapatan ekonomi yang stabil dan lapangan kerja bagi industri batu bara AS," kata kementerian China.

Gas alam cair dan minyak tidak ada dalam daftar.

Mengenai kecerdasan buatan (AI), kedua belah pihak telah menyepakati saluran komunikasi untuk menangani insiden dan akan mengadakan dialog lanjutan pada akhir November. China juga akan memeriksa dan menyetujui lembaga jasa keuangan asing, termasuk yang bermodal AS, untuk menjalankan bisnis dan membuka cabang di Tirai Bambu.

"Juga akan ada komunikasi berkelanjutan mengenai peningkatan penerbangan antara China dan Amerika Serikat," kata pernyataan kementerian tersebut.

 


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: "Kopi Darat" Trump - Xi Jinping di Washington