INKA Blak-blakan Soal KAI Mau Impor KRL Bekas Jepang-Recall 7 CLI-225
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mendapat persetujuan DPR untuk mendatangkan 23 rangkaian kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang. Di tengah rencana tersebut, PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA buka suara mengenai posisi perusahaan sebagai produsen sarana perkeretaapian nasional.
Rencana impor itu muncul karena kebutuhan armada KRL Jabodetabek terus meningkat, sementara sebagian rangkaian yang masih digunakan KAI telah berusia lebih dari 40 tahun. KAI menyebut impor tersebut hanya menjadi solusi transisi sembari menunggu penguatan kapasitas produksi kereta dalam negeri.
Senior Manager Corporate Communication and Representative Office INKA Nanang Agung Rohmandiyas mengatakan keputusan mengenai kebutuhan dan pengadaan sarana KRL berada di tangan KAI. INKA sendiri memilih fokus pada pengerjaan pesanan yang diterima sekaligus memastikan kualitas armada yang diproduksi.
"Terkait impor KRL, penjelasan mengenai kebutuhan dan rencana pengadaan sarana merupakan ranah KAI. INKA berfokus pada pemenuhan pesanan serta peningkatan kualitas dan keandalan sarana yang diproduksi," kata Nanang kepada CNBC Indonesia, Senin (28/9/2026).
Di sisi lain, INKA tengah mengerjakan pesanan KRL dari KAI Commuter. Selain produksi trainset baru, perusahaan juga menangani perawatan sejumlah rangkaian yang masuk dalam program General Check Up untuk memastikan armada tetap dapat digunakan dalam pelayanan.
Total pesanan KRL KAI Commuter kepada INKA mencapai 16 trainset. Dari jumlah tersebut, tujuh trainset menjalani General Check Up, dengan dua rangkaian telah kembali beroperasi, sementara lima lainnya masih diproses secara bertahap.
"Total pesanan KRL KAI Commuter kepada INKA berjumlah 16 trainset. Adapun dari tujuh trainset yang menjalani General Check Up, saat ini dua trainset telah kembali beroperasi. Kedua rangkaian tersebut telah menyelesaikan tahapan pemeriksaan dan pengujian sebelum dioperasikan kembali oleh KAI Commuter. Proses terhadap lima trainset lainnya dilakukan secara bertahap. Untuk trainset ke-8 dan ke-9 sedang melalui finishing di pabrik kami di Madiun," ujar Nanang.
Perhatian terhadap kondisi armada INKA juga mencuat setelah tujuh KRL seri CLI-225 menjalani pemeriksaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan rangkaian yang beroperasi memenuhi standar keselamatan dan keandalan sebelum kembali melayani penumpang.
INKA bersama KAI Commuter melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap berbagai sistem dan komponen utama. Pekerjaan tersebut melibatkan tim teknis perusahaan, termasuk engineering dan quality assurance, untuk mengecek kondisi sarana secara menyeluruh.
"INKA bersama KAI Commuter melaksanakan General Check Up melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem dan komponen utama KRL. Pemeriksaan ini melibatkan tim engineering dan quality assurance INKA untuk memastikan aspek keselamatan, keandalan, dan fungsi sarana berada dalam kondisi optimal sebelum kembali digunakan dalam pelayanan," kata Nanang.
(fys/wur)