Internasional

Pesawat Jatuh Hantam Pemukiman Warga, 17 Orang Tewas Seketika

Redaksi, CNBC Indonesia
Minggu, 27/09/2026 07:00 WIB
Foto: Pesawat jet pribadi Gulfstream G200 melakukan pendaratan darurat, keluar dari landasan pacu, lalu terbakar di Bandara Internasional La Romana, Republik Dominika. (Tangkapan Layar Video X/@aero_in)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah kecelakaan pesawat militer yang mengalami gangguan teknis berujung pada bencana kemanusiaan di Kongo. Pesawat tersebut menabrak kawasan pemukiman padat dan terbakar hebat. Insiden maut ini merenggut nyawa sedikitnya 17 orang, termasuk dua perwira tinggi militer.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, pesawat carteran kecil yang dioperasikan maskapai Tracep Congo Aviation itu sedang dalam penerbangan dari kota Kikwit menuju ibu kota Kinshasa pada Jumat (25/9) waktu setempat. Di tengah perjalanan, pesawat mendapati kerusakan teknis parah dan berupaya melakukan pendaratan darurat.

"Karena tidak ada landasan pacu yang tersedia di Kenge, pesawat itu akhirnya menabrak kompleks pemukiman warga," ujar Wakil Gubernur Provinsi Kwango, Remy Saki Bokinda, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (27/9/2026). Pesawat dilaporkan langsung meledak dan dilalap api usai menghantam tanah.


Pemerintah setempat awalnya melaporkan korban tewas sebanyak 13 orang. Namun, setelah tim evakuasi berhasil menjinakkan kobaran api dan menyisir bangkai pesawat pada Sabtu (26/9), jumlah korban direvisi naik.

"Kami menemukan 16 jenazah orang dewasa dan satu jenazah bayi, sehingga totalnya menjadi 17 orang," ungkap Saki Bokinda.

Petinggi Militer Ikut Jadi Korban

Militer RD Kongo mengonfirmasi bahwa dua jenderal bintang dua yang sedang menjalankan misi resmi turut menjadi korban jiwa dalam insiden tragis ini. Mereka adalah Letnan Jenderal Joseph Mutombo, yang menjabat sebagai Presiden Pertama Mahkamah Militer Tinggi, dan Letnan Jenderal Lucien-Rene Likulia selaku Jaksa Agung Militer.

Merespons bencana ini, kantor kepresidenan RD Kongo menyatakan bahwa Presiden Felix Tshisekedi telah menginstruksikan lembaga terkait untuk segera menerjunkan tim investigasi independen guna mengusut tuntas penyebab pasti kecelakaan tersebut. Presiden juga menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarga korban dan jajaran aparat keamanan.

Sebagai langkah antisipasi dan sanksi tegas, Kementerian Perhubungan RD Kongo langsung membekukan seluruh izin operasional maskapai Tracep Congo Aviation secara nasional sampai investigasi oleh Biro Tetap Investigasi Kecelakaan dan Insiden Penerbangan rampung dilakukan.

Insiden nahas ini menambah daftar panjang tantangan pelik yang dihadapi negara kaya mineral di Afrika Tengah tersebut. RD Kongo selama berpuluh-puluh tahun terjebak dalam pusaran konflik bersenjata, terutama di wilayah perbatasan timur, di mana militer pemerintah juga tengah sibuk menggempur berbagai faksi bersenjata yang telah menduduki sejumlah kota strategis sejak tahun lalu.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Saudi & AS Kirim Serangan Ke Irak - Wabah Ebola Kembali Melanda Kongo