Ada KNMP Tongke-Tongke, Ikan Nelayan Langsung Dikirim ke Jakarta

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Jumat, 25/09/2026 19:20 WIB
Foto: Nelayan dan para ABK kapal di KMNP Tongke-Tongke Sulawesi Selatan. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Sinjai, CNBC Indonesia - Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tongke-Tongke di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, membuat hasil tangkapan nelayan kini bisa langsung diproses dan dikirim ke sejumlah daerah, termasuk Jakarta.

Adapun komoditas utama yang dikirim dari KNMP Tongke-Tongke ialah tuna. Dalam beberapa bulan beroperasi, pengiriman tuna dari kawasan tersebut tercatat sudah mencapai sekitar 65 ton dalam enam kali pengiriman, dengan nilai sekitar Rp2,55 miliar.

Pengelola Unit Pengolahan Ikan (UPI) KNMP Tongke-Tongke sekaligus Ketua DPC HNSI Sinjai, Emil Salim, mengatakan hasil tangkapan nelayan kini tidak perlu lagi dibawa terlebih dahulu ke Makassar untuk kemudian dipasarkan ke daerah lain.


"Sekarang hasil tangkapan itu kita bawa ke UPI (di KNMP Tongke-tongke), langsung kita olah di sini. Kemudian sesuai dengan pesanan kita kirim ke Jakarta, kita kirim ke Surabaya, dan daerah-daerah lain," kata Emil saat ditemui di KNMP Tongke-Tongke, Jumat (25/9/2026).

Menurut Emil, sebelum adanya KNMP, hasil tangkapan nelayan harus dibawa ke Makassar terlebih dulu untuk diolah. Perjalanan tersebut membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima jam.

"Kalau dulu sebelum ada KNMP, hasil tangkapan nelayan itu dibawa ke Makassar, kurang lebih 4-5 jam perjalanan," ujarnya.

Nelayan dan para ABK kapal di KMNP Tongke-Tongke Sulawesi Selatan. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Nelayan dan para ABK kapal di KMNP Tongke-Tongke Sulawesi Selatan. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Kini, hasil tangkapan nelayan dapat langsung masuk ke UPI yang berada di kawasan KNMP Tongke-Tongke. Setelah ditangani dan diolah, tuna kemudian dikirim berdasarkan pesanan pasar.

Berdasarkan catatan KKP, KNMP Tongke-Tongke telah melakukan pengiriman tuna ke luar daerah beberapa kali. Totalnya mencapai sekitar 65 ton dalam enam kali pengiriman dengan nilai sekitar Rp2,55 miliar.

Salah satu tujuan utama pengiriman adalah Jakarta. Pada Juli 2026, KNMP Tongke-Tongke bahkan tercatat melepas pengiriman tuna menggunakan kontainer menuju Jakarta melalui jalur Makassar-Jakarta. Pengiriman tersebut merupakan distribusi domestik keempat dari KNMP Tongke-Tongke.

Artinya, hasil tangkapan nelayan Tongke-Tongke kini tidak hanya diserap di pasar sekitar Sinjai atau Makassar. Dengan adanya UPI di kawasan KNMP, komoditas tuna dapat dikonsolidasikan dan dikirim langsung menuju pasar di luar daerah.

Pemilik kapal nelayan, Hairul Mukmin, mengatakan kondisi tersebut berbeda dengan pola pemasaran sebelum KNMP beroperasi. Saat itu, hasil tangkapan nelayan umumnya harus melalui agen atau pengepul sebelum dibawa ke Makassar maupun daerah lain.

"Kalau di sini kan dulunya, sebelum ada KNMP, nelayan itu menjualnya ada yang ke agen, ada yang ke pengepul, tengkulak. Pengepul ini yang kemudian bawa ke Jawa atau ke Makassar, di perusahaan," ujar Hairul.

Kini, kata Hairul, rantai tersebut dapat dipangkas karena hasil tangkapan nelayan langsung masuk ke KNMP.

"Sekarang dengan hadirnya KNMP ini langsung tidak ada lagi tangan kedua, tangan ketiga, atau tangga-tangganya. Langsung dari nelayan ke KNMP," katanya.

Dengan pola tersebut, KNMP Tongke-Tongke menjadi titik konsolidasi hasil tangkapan sebelum tuna dikirim ke pasar tujuan, termasuk Jakarta.


(wur)
Saksikan video di bawah ini:

KKP Sukses Budi Daya Lobster di Batam, Hasil Panen Diserap Singapura