Ambisi Moeldoko Ingin Indonesia Tak Cuma Jadi Pasar Mobil Listrik
Jakarta, CNBC Indonesia - Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) kembali menunjuk Moeldoko sebagai Ketua Umum untuk periode 2026-2031. Keputusan tersebut diambil dalam Musyawarah Nasional (Munas) Periklindo 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Munas tersebut menjadi yang pertama digelar Periklindo sejak organisasi industri kendaraan listrik itu berdiri pada 25 April 2021. Selain memilih kembali ketua umum, forum tersebut menjadi ajang evaluasi kepengurusan periode 2021-2026 sekaligus menentukan agenda organisasi untuk lima tahun ke depan.
Moeldoko mengatakan keberlanjutan organisasi tidak cukup hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan. Menurutnya, ukuran utama keberhasilan Periklindo adalah manfaat yang bisa diberikan kepada anggota sekaligus kontribusinya terhadap perkembangan industri kendaraan listrik nasional.
"Organisasi bukan hanya tentang struktur kepengurusan. Yang lebih penting adalah seberapa besar organisasi mampu memberikan manfaat bagi anggotanya, membangun ekosistem yang sehat, dan menjadi mitra yang konstruktif bagi pemerintah dalam mendorong perkembangan industri kendaraan listrik nasional," ujar Moeldoko dalam sambutannya pada MUNAS Periklindo 2026.
Peta Jalan Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia
Ke depan, Periklindo akan mendorong penguatan komunikasi dengan pemerintah serta memperbesar peran organisasi dalam membangun ekosistem kendaraan listrik. Fokus tersebut mencakup pengembangan industri dari hulu hingga hilir, peningkatan manfaat bagi anggota, serta kesinambungan program kerja.
Dalam peta jalan 2026-2031, Periklindo menargetkan Indonesia dapat menjadi pusat industri kendaraan listrik yang mandiri, memiliki daya saing global, dan berkelanjutan. Agenda tersebut mencakup penguatan kebijakan, rantai pasok dan manufaktur lokal, infrastruktur, sumber daya manusia, riset dan teknologi, investasi hingga edukasi pasar.
Tahapan pengembangan juga dibuat secara bertahap. Tahun 2026 diarahkan untuk konsolidasi dan penguatan fondasi organisasi, kemudian percepatan rantai pasok pada 2027, ekspansi ekosistem pada 2028, penguatan daya saing dan ekspor pada 2029, hingga menuju kemandirian industri pada 2030-2031.
Moeldoko menilai tantangan industri kendaraan listrik Indonesia ke depan tidak bisa hanya dilihat dari seberapa cepat jumlah kendaraan listrik bertambah. Menurutnya, Indonesia perlu memastikan pertumbuhan pasar berjalan beriringan dengan kemampuan industri dalam negeri.
"Yang harus kita bangun bukan hanya pasar kendaraan listrik. Kita harus membangun industri dan ekosistemnya. Indonesia harus memiliki kemampuan produksi, teknologi, sumber daya manusia, rantai pasok dan pasar yang kuat," ujar Moeldoko.
Periklindo juga akan menggelar sejumlah agenda industri dalam waktu dekat. Salah satunya Periklindo EV Conference (PEVC) 2026 pada 28 Oktober 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 pada 29 Oktober-1 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
(dce)