Moeldoko Ungkap Investor Mulai Jajaki Mobil Otonom di RI, Soroti Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko mengatakan perkembangan teknologi kendaraan listrik kini bergerak semakin cepat, termasuk munculnya teknologi kendaraan otonom atau tanpa pengemudi.
Perkembangan tersebut mulai menarik perhatian pelaku industri global untuk masuk ke Indonesia. Namun hingga kini regulasi nasional terkait kendaraan otonom dinilai masih belum siap.
"Berbicara tentang transportasi atau mobility yang efisien dan hijau tidak saja di darat, tetapi juga bagaimana di laut, bagaimana di udara," ujar Moeldoko di Plataran, Senayan (21/5/2026).
Ia menjelaskan pameran kendaraan listrik yang digelar tahun ini yakni Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 tidak hanya menampilkan mobil dan motor listrik. Sejumlah teknologi transportasi berbasis listrik untuk sektor udara dan laut juga mulai diperkenalkan kepada masyarakat.
"Kita nanti juga akan tampilkan bagaimana moda transportasi udara sekarang ini berkembang dengan sangat pesat. Berikutnya juga bagaimana moda transportasi laut yang bervisi, yang berlistrik, itu juga akan kita tampilkan," katanya.
Ia lalu mengungkapkan adanya perusahaan teknologi otonom yang mulai menjajaki pasar Indonesia. Perusahaan tersebut disebut hanya menawarkan perangkat lunak otonom untuk berbagai jenis kendaraan. Kemudian perusahaan itu sempat menanyakan peluang pertumbuhan kendaraan otonom di Indonesia.
"Saya sampaikan, untuk di sektor regulasi pemerintah saat ini belum. Mungkin sedang berproses bagaimana memikirkan regulasi untuk otonom ke depan. Karena di China otonomus ini berjalan dengan sangat cepat," katanya.
Moeldoko menilai langkah membangun kesadaran publik menjadi penting sebelum teknologi tersebut benar-benar diterapkan luas di Indonesia. Karena itu, ia mendorong perusahaan teknologi mulai memperkenalkan inovasinya melalui pameran kendaraan listrik.
"Yang tadinya masyarakat kita kenalkan mobil EV, sekarang kita kenalkan kepada mobil EV yang otonomus. Mungkin masyarakat mulai mengenal dengan secara pelan-pelan," kata Moeldoko.
source on Google [Gambas:Video CNBC]