Muncul Brand Ban Baru di RI, Mulai Produksi Lokal Awal 2027
Jakarta, CNBC Indonesia - Bisnis sparepart atau komponen kendaraan nampaknya masih menggiurkan. Terbaru, PT Bridgestone Tire Indonesia memperluas sasaran pasar ban di Indonesia dengan membawa merek Dayton. Presiden Direktur PT Bridgestone Tire Indonesia Mukiat Sutikno mengatakan pasar ban nasional masih memiliki ruang yang cukup besar, terutama karena perkembangan kawasan perkotaan tidak hanya terjadi di pusat kota, tetapi juga merambah wilayah pinggiran.
"Ya, kalau kita lihat kembali pasar Indonesia sebenarnya kalau kita katakan inner city dan outer city itu kan masih banyak. Dan bahkan kalau kita katakan mengenai pertumbuhan ekonomi tetap pasti di semua negara di situasi pasti ada yang disebut urban dan suburban areas. Nah, selama ini kalau apa yang kita lihat dari untuk Bridgestone sendiri kita lebih bisa targetnya lebih ke outer areas atau inner city," kata Mukiat dalam launching Dayton di Bandar Djakarta PIK 2, Rabu (23/9/2026).
Munculnya Dayton menjadi salah satu cara Bridgestone memperlebar jangkauan pasarnya, khususnya ke kota-kota yang sedang berkembang. Strategi tersebut juga membuka ruang bagi perusahaan untuk masuk ke segmen konsumen yang berbeda dari basis pelanggan Bridgestone selama ini.
"Dan dengan adanya Dayton ini kita ingin menaikkan opportunity untuk lebih memperluas cakupan kita terutama di kota-kota yang sedang berkembang," kata Mukiat.
Pasar yang dibidik Dayton berkaitan erat dengan perubahan komposisi konsumen dan perkembangan wilayah di luar pusat kota. Segmen tersebut dinilai masih memiliki potensi seiring bertambahnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di kawasan suburban.
"Besaran pasarnya cukup menarik. Kalau kita lihat kembali begini, sebenarnya kembali untuk market Dayton ini kan lebih ke suburban areas. Suburban areas dengan waktu ini pasti akan lebih berkembang," ucapnya.
Bridgestone melihat peluang tersebut tidak hanya dari sisi jumlah konsumen, tetapi juga dari pergerakan kelas sosial ekonomi masyarakat. Konsumen kelas menengah yang terus berkembang menjadi salah satu kelompok yang ingin dijangkau melalui Dayton.
"Tapi kalau kita lihat sosial status dari market di sini kan sebenarnya middle-down itu masih lebih besar dibandingkan middle-up. Jadi tentunya di dalam middle-down ini apakah itu market yang jelek? Tidak. Karena dengan seiringnya waktu ini pasti akan berkembang, dan middle-down ini yang sedang kita targetkan," kata Mukiat.
Perluasan pasar tersebut juga dibarengi dengan perubahan strategi pasokan. Pada tahap awal, kebutuhan Dayton untuk pasar Indonesia masih dipenuhi melalui impor sebelum produksi dilakukan di dalam negeri.
Untuk semester kedua 2026, Dayton masih akan masuk ke Indonesia sebagai produk impor. Namun, Bridgestone menyiapkan produksi lokal dalam waktu yang relatif dekat dengan memanfaatkan fasilitas manufaktur yang sudah dimiliki perusahaan.
"Tahun 2026 second half ini, semester kedua ini kita masih impor. Tapi starting bulan Desember atau paling lambat mungkin sekitar Januari 2027 kita sudah mulai produksi Dayton ini dari pabrik kami," ujar Mukiat.
(fys/wur)