Internasional

2 Negara Muslim di Ambang Perang, Rudal Menghantam-Korban Berjatuhan

luc, CNBC Indonesia
Senin, 21/09/2026 14:30 WIB
Foto: Orang-orang berkumpul di dekat lokasi yang menurut pemerintah Taliban Afghanistan merupakan serangan udara Pakistan terhadap rumah sakit rehabilitasi pengguna narkoba di Kabul, Afghanistan, Senin (16/3/2026). (Handout via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan Pakistan dan Afghanistan kembali memanas setelah serangan udara Pakistan menghantam wilayah timur laut Afghanistan dan menewaskan sedikitnya tiga orang. Serangan tersebut berisiko menghidupkan kembali ketegangan antara kedua negara setelah hampir tiga bulan relatif tenang.

Pejabat Afghanistan mengatakan serangan udara itu terjadi pada Senin (21/92026). Sedikitnya satu rumah di Provinsi Kunar terkena serangan, menewaskan tiga anggota dari satu keluarga dan melukai empat orang lainnya.

Wakil juru bicara pemerintah Taliban Afghanistan, Hamdullah Fitrat, menyampaikan informasi tersebut melalui unggahan di X.


"Di Distrik Barmal, Paktika (provinsi), dua lokasi... dibombardir, menghancurkan satu toko dan satu rumah yang tidak berpenghuni, tanpa ada korban jiwa yang dilaporkan," kata Fitrat, dikutip dari Reuters.

Militer Pakistan belum memberikan tanggapan langsung atas permintaan komentar mengenai serangan tersebut.

Serangan udara terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah sebuah fasilitas kepolisian di wilayah barat laut Pakistan diserang. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 16 orang.

Hubungan Islamabad dan Kabul memang masih diliputi ketegangan sejak Februari lalu. Kedua negara yang sebelumnya merupakan sekutu itu terlibat bentrokan paling parah dalam beberapa tahun terakhir.

Perselisihan utama kedua negara berkaitan dengan aktivitas kelompok militan di Pakistan. Islamabad menuduh pemerintah Taliban di Kabul memberikan tempat berlindung kepada kelompok bersenjata yang kemudian melancarkan serangan lintas batas dari wilayah Afghanistan.

Pemerintah Taliban membantah tuduhan tersebut. Kabul justru menyatakan persoalan militansi yang terjadi di Pakistan merupakan masalah internal negara tersebut.

Ketegangan sempat kembali terlihat pada Juli ketika Afghanistan meluncurkan serangan menggunakan drone ke arah Pakistan. Islamabad saat itu mengatakan pasukannya berhasil mencegat dan menembak jatuh drone-drone tersebut.

Salah satu insiden paling mematikan dalam konflik kedua negara terjadi pada Maret. Lebih dari 400 orang tewas dalam serangan udara Pakistan di Kabul. Pemerintah Taliban Afghanistan mengatakan serangan itu menghantam sebuah pusat rehabilitasi narkoba.

Pakistan membantah tuduhan tersebut dan menyatakan serangan dilakukan secara terarah terhadap fasilitas militer serta infrastruktur yang digunakan untuk mendukung kelompok teroris.

"Menargetkan secara tepat instalasi militer dan infrastruktur pendukung teroris," demikian pernyataan Pakistan saat itu.

Kekuatan militer kedua negara juga berbeda jauh, terutama dalam kemampuan udara. Pakistan memiliki angkatan udara yang besar. Berdasarkan data International Institute for Strategic Studies (IISS) yang berbasis di London, Pakistan memiliki 422 pesawat tempur dan lebih dari 260 helikopter.

Sementara itu, Afghanistan tidak memiliki jet tempur. Negara tersebut diketahui memiliki sedikitnya enam pesawat dan 23 helikopter, serta sejumlah drone yang sebelumnya telah digunakan dalam pertempuran melawan Pakistan.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Volkswagen Pangkas 4.100 Karyawan Porsche