Detik-Detik Xi Jinping & Trump "4 Mata" di AS, 2 Tangan Kanan Bertemu
Jakarta, CNBC Indonesia - Tangan kanan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dilaporkan bertemu Minggu. Mengutip AFP Senin (21/9/2026), Menteri Keuangan (Menkeu) Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng sudah memulai pembicaraan guna mempersiapkan landasan pertemuan kedua pemimpin.
Sejumlah isu dibahas mulai dari perdagangan hingga teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Pembicaraan tersebut, yang juga melibatkan pejabat tinggi perdagangan AS Jamieson Greer.
Pertemuan ini merupakan pendahuluan bagi pertemuan yang direncanakan di Gedung Putih antara Trump dan Xi Jinping, 24 September. Diharapkan akan ada perpanjangan gencatan senjata perdagangan, yang akan berakhir November, serta penetapan batasan (guardrails) bagi pengembangan AI.
"Saya berharap dapat melakukan pembicaraan yang terfokus, menyeluruh, dan konstruktif hari ini yang akan mempersiapkan landasan bagi pertemuan para pemimpin kami," ujar Bessent kepada wartawan.
"Kami terbuka untuk diskusi mengenai upaya menghindari risiko bersama dan mencegah terjadinya pemisahan (bifurkasi) antara kedua sistem kami," tambah Bessent.
Lebih rinci, masih mengutip laman yang sama, para pejabat AS juga akan berupaya memastikan kelancaran pasokan magnet tanah jarang (rare earth magnets) dan mineral kritis yang sangat penting bagi industri manufaktur AS. Perlu diketahui, China saat ini menguasai 90% rantai pasokan "harta karun" baru bumi itu.
Pertemuan tingkat teknis (working level) ini dapat berlanjut hingga hari Senin ini. Isu tekanan ekonomi AS terhadap Iran, mengingat konflik antara Washington dan Teheran yang telah memasuki bulan ketujuh, juga akan dibahas.
Sementara itu, para analis memperingatkan investor agar tak terlalu banyak berharap. Dikatakan hasil pertemuan puncak Trump-Xi mungkin "tidaklah tinggi".
"Salah satu hal yang bisa kita harapkan dalam jangka pendek adalah gencatan senjata, dan kemungkinan besar hal ini akan berlanjut hingga akhir tahun ini," ujar ketua perusahaan konsultan The Asia Group, yang juga mantan Wakil Menteri Luar Negeri AS, Kurt Campbell.
"Menurut saya, Anda akan mendengar presiden mengumumkan niatnya untuk bertemu dengan Xi Jinping dua kali lagi," tambah Campbell lagi.
Sebenarnya, Trump dan Xi juga diperkirakan bertemu pada bulan November dalam forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Shenzhen, China. Trump pun diperkirakan akan mengundang Xi ke KTT G20 pada bulan Desember di resor miliknya, Doral, di Miami.
(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]