MARKET DATA
Internasional

Panas Perang 2 Negara Muslim, Roket Meluncur-22 Pejuang Diklaim Tewas

luc,  CNBC Indonesia
01 October 2026 13:40
Kondisi rumah sakit rehabilitasi pengguna narkoba yang hancur akibat serangan udara Pakistan di Kabul, Afghanistan, Selasa (17/3/2026). (REUTERS/Yunus Yawar)
Foto: Kondisi rumah sakit rehabilitasi pengguna narkoba yang hancur akibat serangan udara Pakistan di Kabul, Afghanistan, Selasa (17/3/2026). (REUTERS/Yunus Yawar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan kembali memanas setelah Islamabad melancarkan serangan udara ke wilayah tetangganya tersebut. Pakistan menyebut serangan itu menyasar tempat persembunyian kelompok bersenjata dan menewaskan sedikitnya 22 pejuang.

Namun, pemerintah Afghanistan memberikan versi berbeda mengenai dampak serangan. Kabul menuduh Pakistan justru menghantam wilayah sipil dan menewaskan sedikitnya sembilan perempuan dan anak-anak di Provinsi Kunar dan Helmand.

Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, sebagaimana dikutip Al Jazeera, mengatakan serangan terjadi pada Rabu (30/9/2026) malam. Menurutnya, sedikitnya sembilan orang tewas dan 11 lainnya mengalami luka-luka.

Dalam unggahan di X, Mujahid mengatakan serangan di Kunar, Afghanistan timur laut, dan Helmand, Afghanistan selatan, juga menghancurkan tiga rumah.

"Kami mengecam tindakan ini dan menganggapnya sebagai agresi dan kejahatan terhadap semua prinsip yang telah diterima," tulisnya.

Serangan tersebut terjadi ketika hubungan kedua negara bertetangga kembali memasuki fase yang semakin panas setelah sempat relatif tenang selama sekitar tiga bulan.

Islamabad selama ini menuduh Kabul memberikan tempat perlindungan kepada kelompok-kelompok bersenjata, termasuk Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP), yang dituding melakukan serangan lintas batas ke wilayah Pakistan.

Pemerintah Afghanistan membantah tuduhan tersebut. Kabul justru menuding serangan Pakistan menyasar rumah-rumah warga sipil dan menyebabkan perempuan serta anak-anak menjadi korban.

Perseteruan antara kedua negara tersebut sebelumnya telah memicu peningkatan bentrokan di sepanjang perbatasan. Masing-masing pemerintah memberikan versi berbeda mengenai sasaran serangan dan jumlah korban, sementara klaim-klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 2 Negara Muslim di Ambang Perang, Rudal Menghantam-Korban Berjatuhan


Most Popular
Features