MARKET DATA

Timteng Makin Memanas, Kemlu Beberkan Kabar WNI

tfa,  CNBC Indonesia
17 September 2026 19:15
Kelompok Houthi di Yaman merilis rekaman yang diklaim memperlihatkan lokasi jatuh dan puing-puing jet tempur F-15 milik Arab Saudi di Provinsi Marib, Rabu (16/9/2026) waktu setempat. (via REUTERS/Houthi Military Media)
Foto: Kelompok Houthi di Yaman merilis rekaman yang diklaim memperlihatkan lokasi jatuh dan puing-puing jet tempur F-15 milik Arab Saudi di Provinsi Marib, Rabu (16/9/2026) waktu setempat. (via REUTERS/Houthi Military Media)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebut 74 pelajar warga negara Indonesia (WNI) masih berada di Kota Mocha, Yaman, di tengah situasi Timur Tengah yang memanas. Sebelumnya, terdapat 77 pelajar WNI di wilayah tersebut, namun tiga orang telah berhasil keluar.

Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan pemerintah terus memantau kondisi WNI di Yaman dan Arab Saudi melalui perwakilan RI. 

"Kita mengharapkan agar situasi di Timur Tengah dapat diselesaikan secara damai. Kita mendorong de-eskalasi konflik," kata Nabyl dalam press briefing di Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

Menurut Nabyl, kondisi di Mocha dan sekitarnya saat ini relatif terkendali, meski sejumlah wilayah lain di Yaman masih rawan. Sementara itu, kondisi di Arab Saudi juga masih terkendali.

"Untuk kondisi di Yaman, terdapat sejumlah pelajar yang saat ini berada di wilayah Kota Mocha," ujar Nabyl.

KBRI Muscat, yang wilayah kerjanya mencakup Yaman, telah menyampaikan informasi mengenai keberadaan para pelajar tersebut kepada Kementerian Luar Negeri Yaman. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dan fasilitasi dapat diberikan jika terjadi kondisi yang mengancam keselamatan WNI.

Kemlu juga terus berkomunikasi dengan pemerintah setempat untuk menilai perkembangan situasi. Hingga saat ini, pemerintah belum menerapkan rencana kontingensi untuk WNI di Yaman.

"Namun, hingga saat ini kita belum memerlukan langkah kontingensi tersebut. Kita terus berkomunikasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan asesmen," kata Nabyl.

Kemlu mengimbau WNI di Yaman dan Arab Saudi mengikuti arahan pemerintah setempat serta perkembangan informasi dari perwakilan RI. Pemerintah juga menyiapkan hotline yang dapat digunakan WNI untuk melaporkan kondisi darurat dan meminta bantuan.

Sebelumnya Kelompok Houthi melancarkan serangan besar dan berhasil merebut kota pelabuhan strategis Mocha (Mokha) di pesisir Laut Merah, Yaman, pada 10 September 2026 lalu.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 8 WNI Diduga Direkrut jadi Tentara Rusia, Dasco Ungkap Modusnya


Most Popular
Features