MARKET DATA
Internasional

Perang Arab Makin Menggila, Jet Tempur F-15 Saudi Bombardir Yaman

sef,  CNBC Indonesia
17 September 2026 13:01
Kelompok Houthi Yaman melancarkan serangkaian serangan ke wilayah Arab Saudi yang mengganggu operasional sejumlah fasilitas energi dan menyebabkan 73 orang terluka, menurut keterangan pihak berwenang Saudi pada Selasa (8/9/2026). (Tangkapan Layar Vid
Foto: Kelompok Houthi Yaman melancarkan serangkaian serangan ke wilayah Arab Saudi yang mengganggu operasional sejumlah fasilitas energi dan menyebabkan 73 orang terluka, menurut keterangan pihak berwenang Saudi pada Selasa (8/9/2026). (Tangkapan Layar Video Reuters/HOUTHI MEDIA CENTRE)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok Houthi menyatakan bahwa jet-jet tempur Arab Saudi telah melancarkan 40 serangan udara dalam satu hari yang menyasar wilayah barat Yaman. Serangan dilakukan usai laporan menyebutkan bahwa kelompok pro Iran tersebut berupaya menyerang Mekkah, kota suci umat Islam di bawah kerajaan Riyadh.

Serangan juga dilakukan kala laporan lain menyebut Houthi mencatat kemajuan signifikan, dengan menguasai kota-kota di sepanjang pesisir Laut Merah. Kelompok pemberontak Yaman itu juga menguasai pulau-pulau di Selat Bab el-Mandeb, yang juga penting untuk energi global.

"Pesawat tempur Saudi melancarkan 40 serangan udara menggunakan pesawat F-15 yang lepas landas dari Pangkalan Udara Khamis Mushait, menyasar provinsi Taiz, Marib, dan Hodeidah dalam 24 jam terakhir," ujar juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan di media sosial, dikutip AFP, Kamis (17/9/2026).

Sayangnya, tidak ada bukti langsung yang disajikan terkait insiden tersebut. Saree menyebutkan bahwa Arab Saudi telah melancarkan sebanyak 450 serangan udara ke Yaman sepanjang pekan ini.

Sementara itu, para pejabat pemerintah yang didukung Arab Saudi dan menguasai Yaman selatan mengakui bahwa pasukan mereka serta pasukan Arab Saudi telah melancarkan serangan udara terhadap posisi-posisi Houthi. Tapi, Riyadh sendiri belum mengonfirmasi hal tersebut.

Di sisi lain usai laporan serangan jet Arab Saudi, Houthi mengatakan kelompoknya telah meluncurkan serangan drone dan rudal baru yang menyasar Yanbu, pelabuhan minyak utama kerajaan Raja Salman di Laut Merah, serta pangkalan udara di Khamis Mushait, wilayah selatan Arab Saudi. Namun, Houthi tidak menyebutkan kapan serangan tersebut terjadi.

Kedua kota itu termasuk dalam daftar lokasi luas yang diumumkan dalam status siaga oleh Arab Saudi pada hari Selasa, meskipun tidak ada pengumuman serupa pada hari Rabu. Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) memperketat peringatan perjalanan untuk Arab Saudi dan melarang pegawai pemerintah bepergian dalam radius 20 mil dari perbatasan Yaman.

Meluasnya konflik Timur Tengah ke Yaman mengancam akan memperparah kelangkaan pasokan energi global yang dipicu oleh perang enam bulan antara AS-Israel melawan Iran, yang telah mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Harga minyak mentah Brent berada di kisaran US$108 per barel pada hari Rabu (LCOc1), mendekati level tertinggi sejak bulan Mei.

 

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Siaga! Kota Mekkah Jadi Target Serangan Drone, Bencana Bagi Dunia


Most Popular
Features