Rumah Eks Pejabat Intelijen Digerebek, 303 Batang Emas Ditemukan
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah kasus menggegerkan Amerika Serikat (AS). Hal ini terkait mantan (eks) pejabat senior Badan Intelijen Pusat (CIA), David Rush.
Mengutip CBS News dan NBC News, Selasa (15/9/2026), Rush mengaku bersalah dalam kasus yang melibatkan ratusan batang emas, uang tunai dalam mata uang asing, serta informasi operasi rahasia. Jaksa federal AS dan pengacara Rush telah mencapai plea agreement in principle atau kesepakatan awal pengakuan bersalah.
Hal ini sebelumnya dimulai sejak Mei 2026. Kala itu penangkapan dilakukan ke Rush setelah penyelidikan internal CIA berkembang menjadi penyelidikan kriminal oleh Federal Bureau of Investigation (FBI).
Temukan 303 Batang Emas di Ruang Bawah Tanah
Dalam penggeledahan rumah Rush di Virginia, agen federal menemukan sejumlah aset pemerintah yang disembunyikan di ruang bawah tanah. Berdasarkan dokumen afidavit FBI, penyidik menyita 303 batang emas, masing-masing berbobot sekitar satu kilogram.
Nilainya disebut mencapai lebih dari US$40 juta (Rp704 miliar dengan asumsi kurs Rp17.600/US$). Selain emas, aparat juga menemukan sekitar US$2 juta dalam mata uang asing serta 35 jam tangan mewah, termasuk beberapa merek Rolex.
Menurut dokumen FBI, antara akhir 2025 hingga awal 2026, Rush diduga menggunakan posisi seniornya untuk membuat program rahasia palsu. Ia disebut mengklaim program tersebut membutuhkan dana untuk keperluan operasional rahasia dan kemudian meminta serta menerima emas dan mata uang asing dalam jumlah besar.
Namun, pejabat intelijen kemudian mengatakan kepada penyidik bahwa mereka tidak menemukan alasan operasional yang sah bagi dana tersebut. Dalam sidang penahanan pada Juni, hakim magistrat AS William Fitzpatrick memerintahkan Rush tetap ditahan tanpa jaminan.
Hakim menilai Rush memiliki risiko melarikan diri yang serius. Pasalnya, ia punya sumber daya keuangan, pengalaman operasional khusus serta kemampuannya menghindari deteksi aparat.
Diduga Palsukan Riwayat Pendidikan
Kasus Rush tidak hanya berkaitan dengan emas. Tuduhan kriminal pertama terhadapnya terkait dugaan pencurian uang publik melalui pembayaran cuti militer secara curang senilai US$77.000.
Dokumen pengadilan menyebut Rush mengklaim 744 jam cuti militer yang sebenarnya tidak diperolehnya dalam lembar absensi resmi setelah ia diberhentikan secara terhormat dari Angkatan Laut AS pada 2015.
Penyelidikan FBI juga menemukan bahwa Rush bekerja sekitar 17 tahun di CIA setelah berulang kali memberikan informasi palsu mengenai pendidikan dan latar belakang militernya dalam dokumen lamaran kerja dan pengajuan izin keamanan.
Pemeriksaan latar belakang tidak dapat mengonfirmasi klaimnya memiliki gelar dari Clemson University dan Rensselaer Polytechnic Institute. Penyidik juga menemukan bahwa Rush tidak pernah menjadi pilot Angkatan Laut AS, tidak pernah bersekolah di US Naval Test Pilot School dan tidak pernah menjadi pembimbing tesis di Air Force Institute of Technology, meski seluruh pengalaman tersebut dicantumkan ketika ia mengejar posisi manajemen senior dan izin keamanan Top Secret/Sensitive Compartmented Information (TS/SCI).
Buntutnya Sampai ke Internal CIA
Penangkapan Rush juga memicu konsekuensi di internal CIA. Peninjauan internal yang diluncurkan Direktur CIA John Ratcliffe membuat sejumlah pejabat senior badan intelijen tersebut ditempatkan dalam status cuti administratif.
Langkah itu dilakukan setelah muncul kekhawatiran mengenai kegagalan manajemen dalam memeriksa dan menyetujui permintaan dana jutaan dolar yang diajukan Rush. Jaksa AS Raizza Ty dan pengacara pembela Jessica Carmichael mengatakan proses persidangan terbuka dapat menimbulkan tantangan hukum dan prosedural besar karena perkara tersebut berkaitan dengan informasi rahasia.
Kesepakatan pengakuan bersalah sebelum dakwaan resmi diajukan diharapkan menghilangkan kebutuhan atas serangkaian proses pra-persidangan yang rumit terkait sumber intelijen, metode operasi dan program rahasia. Rush saat ini masih berada dalam tahanan federal sembari jaksa dan tim pembela menyelesaikan dokumen akhir kesepakatan.
(sef/sef)