MARKET DATA

Pidato Prabowo di KTT BRICS, RI Hadapi Cuaca Ekstrem-Gunung Api Aktif

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
14 September 2026 10:55
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membawa semangat persatuan bangsa-bangsa Global South dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026. Saat menghadiri sesi terbatas bertema Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism d
Foto: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Sabtu (12/9/2026). (Dokumentasi Muchlis Jr/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan sejumlah kerentanan yang dihadapi Indonesia dari sisi geografis, seperti aktivitas gunung berapi, cuaca ekstrem, hingga kenaikan permukaan laut. Namun, menurutnya hal itu justru menjadi peluang untuk membangun 'abad hijau' di masa depan.



Hal ini disampaikan Prabowo ketika menghadiri sesi pertemuan KTT BRICS 2026, dengan tema 'Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability : Shaping the Future for Inclusive Global Growth; di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026)

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya suatu negara untuk mengubah kerentanan menjadi peluang dan kelemahan menjadi kekuatan. Menurutnya Indonesia sangat memahami tantangan itu, karena kondisi geografis negara kepulauan yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang paling aktif.

"Setiap hari kami menghadapi kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem, dan gunung berapi aktif," katanya.

Meski demikian, Prabowo menilai Indonesia memiliki kekayaan sumber daya yang dapat menjadi fondasi pembangunan ekonomi masa depan. Sebabnya dari faktor alam itu, Indonesia memiliki hutan, mineral kritis, tanah jarang, sumber daya terbarukan untuk teknologi masa depan.

Prabowo juga mengatakan kondisi serupa juga dimiliki negara anggota BRICS. Menurutnya, secara kolektif negara BRICS memiliki porsi yang signifikan terhadap sumber daya mineral kritis dan energi dunia, yang dimiliki untuk mewujudkan 'abad hijau'.

"Hal yang sama juga berlaku di seluruh BRICS. Secara bersama-sama, kita memiliki porsi yang signifikan dari mineral kritis dan sumber daya energi dunia,"katanya. "Kita memiliki hampir segala sesuatu yang menjadi dasar pembangunan abad hijau," tambahnya,

Untuk itu, Prabowo meminta agar bencana tidak dipandang sebagai persoalan bencana. Tapi terdapat hubungan erat antara ketahanan terhadap perubahan iklim dan pembangunan nasional.

Sementara, Indonesia bukan satu-satunya negara yang menghadapi tantangan tersebut. Kemudian, Prabowo mengajak negara anggota BRICS maupun negara Global South untuk menghadapi persoalan yang berkaitan dengan perubahan iklim dan pembangunan.

"Ketika kita menghadapi tantangan ini secara bersama-sama, kita juga menyatukan sumber daya yang sangat besar, kapasitas produksi, kemampuan teknologi, dan pasar. Jika semua itu disatukan, BRICS dapat memberikan perubahan yang nyata dan penting bagi dunia," kata Prabowo.

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Seskab Teddy Ungkap 3 Pesan Penting Prabowo di KTT BRICS 2026


Most Popular
Features