MARKET DATA

Nganggur Rp100 T, Dana Pemda di Bank Mau Ditarik Purbaya

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
09 September 2026 17:45
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat Konferensi Pers Hasil Rapat Berskla KSSK III Tahun 2016 di Jakarta, Senin (3/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menarik dana-dana menganggur pemerintah daerah (pemda) di perbankan, setiap akhir periode tahun anggaran. Tujuannya supaya APBN tidak terbebani bunga untuk dana yang tidak produktif.

Purbaya mencatat, setidaknya dana pemda yang menganggur dan tidak dibelanjakan untuk pembangunan mencapai Rp 100 triliun tiap tahunnya.

"Rp 100 triliun nanti kita ambil ya semua. Awal Januari transfer balik semuanya, gitu kira-kira," kata Purbaya saat ditemui di kawasan Jakarta Utara, sebagaimana dikutip Rabu (9/9/2026).

Purbaya memastikan, skema penarikan dana menganggur pemda di perbankan itu tentu tidak akan dilakukan secara serampangan oleh pemerintah pusat.

Menurutnya, penarikan akan dilakukan bila pemerintah pusat telah mampu menciptakan sistem transfer ke daerah (TKD) yang cepat, sehingga tidak menciptakan kekurangan dana bagi pemda saat menjalankan roda pemerintahan pada awal tahun.

"Tapi sistem itu belum kita tes, saya belum berani ambil itu. Biar saja dulu di sana, sambil kita tes sistem kita. Nanti harusnya tahun depan kalau sudah rapi, sudah setahun, saya janji ya," papar Purbaya.

Dengan semakin cepatnya skema pencairan TKD, ia menilai pemerintah daerah tak lagi perlu untuk menumpuk banyak dana di perbankan, karena hanya akan mengganggu program pembangunan untuk masyarakat.

"Dulu kan takutnya, mungkin mereka takut Januari enggak punya uang. Jadi taruhlah di Desember tuh cadangan uang cukup. Tapi kan itu namanya uang enggak kepakai. Kalau sistemnya sudah bagus, harusnya enggak ada uang itu. Sama dengan perintah pusat juga enggak ada seharusnya," tuturnya.

"Kita ambil itu, nanti Januari kita taruh lagi. Jangan mereka kekurangan uang. Tapi enggak perlu build up cadangan sebesar itu. Itu kan membebani saya Rp 100 triliun," tegas Purbaya.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Payroll ASN Pemda Pindah ke Himbara, Purbaya: Bukan Perintah Pusat


Most Popular
Features