MARKET DATA

Kronologi BYD Bangun Pabrik di Subang-Awalnya Gegara Luhut Terperangah

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
03 September 2026 15:55
Pabrik mobil BYD di China. (Dok. BYD Global)
Foto: Pabrik mobil BYD di China. (Dok. BYD Global)

Subang, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap cerita di balik masuknya produsen kendaraan listrik asal China, BYD, ke Indonesia. Semua bermula saat dirinya bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berkunjung langsung ke pabrik BYD di Shenzhen, China.

Luhut mengaku terperangah melihat teknologi dan tingkat otomatisasi yang diterapkan BYD di fasilitas produksinya. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu alasan pemerintah Indonesia berupaya membujuk BYD agar menanamkan modal dan membangun industri kendaraan listrik di Tanah Air.

"Kami, kalau enggak keliru berapa tahun yang lalu, pergi bersama Pak Menteri Perindustrian ke Shenzhen melihat pabrik BYD. Kita semua terperangah bahwa semua sudah robotik pada waktu itu," kata Luhut saat peresmian pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

Setelah melihat langsung kemampuan produksi BYD, Luhut kemudian bertemu dengan pimpinan perusahaan tersebut. Dalam pertemuan itu, pemerintah Indonesia mulai membujuk BYD untuk masuk dan berinvestasi di Indonesia.

"Nah, terus saya ketemu sama Chairman-nya, ketemu sama beliau, kita bujuklah mereka untuk mau investasi di Indonesia. Dan itu proses yang tidak mudah juga, karena mereka juga tanya, 'Gimana di Indonesia?' Begitu," ujarnya.

Menurut Luhut, pemerintah harus memberikan keyakinan kepada BYD mengenai prospek investasi di Indonesia. Setelah melalui proses tersebut, BYD akhirnya memutuskan untuk masuk ke Indonesia dan membangun fasilitas produksi di Subang.

Bagi Luhut, keputusan BYD berinvestasi di Indonesia bukan hanya soal menghadirkan merek kendaraan listrik baru di pasar domestik. Pemerintah sejak awal menginginkan investasi tersebut berkembang menjadi ekosistem industri kendaraan listrik yang melibatkan perusahaan-perusahaan Indonesia.

"Kita lihat di sana, saya suka dengan BYD, mereka juga membuka peluang seperti yang dikatakan Pak Agus Gumiwang, Pak Menteri Perindustrian, mereka juga membuka peluang tadi membangun industri-industri pendukung local content di sekitar ini," kata Luhut.

Luhut juga mendorong agar keterlibatan Indonesia tidak berhenti pada manufaktur. Ia meminta BYD memperkuat kerja sama dengan universitas, politeknik, SMA, SMK, serta lembaga riset dalam negeri. Bahkan, ia mengusulkan BYD merekrut peneliti Indonesia untuk terlibat dalam pusat riset perusahaan.

"Bukan hanya transfer teknologi tapi juga perkembangan teknologi bersama. Tadi sama kemarin sama Pak Liu saya juga sampaikan, mungkin di research center mereka, beliau meng-hire beberapa atau mungkin 10, 20, 30 researchers Indonesia," katanya.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan saat peresmian pabrik BYD di Subang Metropolitan Park, Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan saat peresmian pabrik BYD di Subang Metropolitan Park, Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan saat peresmian pabrik BYD di Subang Metropolitan Park, Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Kata-Kata Menperin Saat Meresmikan Pabrik BYD Rp11,7 T di Subang


Most Popular
Features