MARKET DATA

RI Makin Tekor Dagang dengan China, Defisit US$17,67 M Selama 7 Bulan

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
01 September 2026 21:06
Bestie Banget! China All In ke Indonesia, Investasi Terbesar di Asia
Foto: Infografis/ Bestie Banget! China All In ke Indonesia, Investasi Terbesar di Asia/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Defisit neraca perdagangan barang non minyak dan gas (migas) Indonesia dengan China semakin melebar pada periode Januari hingga Juli 2026 atau 7 bulan terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan non migas dengan China pada periode Januari hingga Juli 2026 tercatat US$17,67 miliar. Jumlah tersebut lebih dalam dibandingkan defisit Januari sampai Juli 2026 senilai US$13,18 miliar.

Jumlah tersebut juga membuat defisit neraca dagang dengan China menjadi yang terbesar dibandingkan dengan mitra dagang lainnya.

"Penyumbang defisit non-migas terbesar pada kondisi Januari sampai dengan Juli tahun 2026, yang pertama untuk negara Tiongkok," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono saat konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta pada Selasa (1/9/2026).

Defisit neraca dagang barang non migas terjadi setelah ekspor barang dari Indonesia ke China senilai US$40,62 miliar lebih rendah dari nilai impor senilai US$58,29 miliar pada periode Januari sampai Juli 2026.

Adapun pendorongnya adalah komoditas mesin dan peralatan mekanik serta bagiannya (HS84) yang tercatat defisit US$12,45 miliar.

Selain itu, penyumbang terbesar defisit dagang antara Indonesia dengan China adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS85) sebesar US$12,41 miliar.

Selanjutnya, komoditas penyumbang defisit dari China, yaitu dari plastik dan barang dari plastik (HS39) dengan nilai defisit US$3,35 miliar.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bukan Pelemahan Ekspor, Mendag Tunjuk Penyebab Neraca Dagang Defisit


Most Popular
Features