MARKET DATA

Harga Barang-Barang Ekspor RI Melejit di Pasar Internasional

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
01 September 2026 20:45
Aktifitas kapal ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (15/3/2021). Bandan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan ekspor dan impor tecatat US$ 15,27miliar atau mengalami kenaikan 8,56% dibandingkan pada Februari 2020 (year-on-year/YoY
Foto: Ilustrasi Ekspor- Impor (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan Indeks Harga Ekspor (IHX) Indonesia pada kuartal II-2026.

Kenaikan harga alias inflasi ekspor itu sebesar 10,92%, menjadi 135,16 dibandingkan 121,85 pada kuartal I-2026. Tingkat inflasi harga ekspor itu pun lebih tinggi bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan kenaikan 24,94%.

Kenaikan inflasi harga ekspor itu terjadi paling tinggi untuk kelompok migas, sebesar 24,74% yoy, sedangkan kelompok non-migas inflasi 28,75% yoy.

"Perkembangan harga berbagai komoditas ekspor pada triwulan I-2026 secara umum mengalami kenaikan," dikutip dari Laporan BPS, Rabu (3/6/2026).

Adapun tiga golongan barang penyumbang utama inflasi (q-to-q) harga ekspor triwulan II-2026, yaitu bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk sulingannya (HS 27) dengan andil 3,40%.

Kemudian, lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) dengan andil 1,41% dan bijih logam, terak, dan abu (HS 26) dengan andil 1,32%.

Adapun tiga golongan barang penyumbang utama inflasi (y-to-y) harga ekspor triwulan II-2026, yaitu bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk sulingannya (HS 27) dengan andil 4,66%.

Kemudian, bijih logam, terak, dan abu (HS 26) dengan andil 4,50% serta besi dan baja (HS 72) dengan andil 2,55%.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Mendag Lepas Ekspor Pinang ke Maldives-Bangladesh Rp2,2 Miliar


Most Popular
Features